Usung Semangat World Cleanup Day 2026, Bupati Kudus Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Budaya Bersih Berkelanjutan

Sabtu, Oktober 24, 2026

KUDUS, kudusterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus menancapkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

Langkah strategis tersebut diwujudkan secara masif dalam peringatan World Cleanup Day Indonesia 2026 tingkat Kabupaten Kudus yang berlangsung semarak dengan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai unsur masyarakat pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel siaga yang diikuti secara antusias oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pemerintah desa dan kelurahan, pegiat lingkungan, relawan Muhammadiyah, hingga warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota.

Begitu apel usai, ratusan peserta langsung menyebar dan menyingsingkan lengan baju untuk melakukan aksi bersih-bersih secara serentak di kawasan permukiman padat penduduk Desa Janggalan.

Para peserta memfokuskan aksi dengan membersihkan sampah di lingkungan sekitar rumah warga, memangkas ranting pohon yang rimbun, serta mengeruk sedimen lumpur yang menumpuk di saluran air dan selokan.

Kehadiran Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang turun langsung ke lapangan dan berbaur bersama warga menjadi suntikan semangat tersendiri dalam aksi gotong royong massal tersebut.

Menariknya, usai membuka acara jalan sehat di lokasi terpisah, Sam’ani memilih naik transportasi umum angkutan kota (angkot) menuju lokasi kegiatan sebelum ikut kotor-kotoran membersihkan lingkungan bersama masyarakat.

Dalam keterangannya, Sam’ani menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan krusial yang harus ditangani secara kolektif mengingat volumenya terus bertambah setiap hari tanpa henti.

Ia mengingatkan agar kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan tidak berhenti pada ajang seremonial tahunan semata, melainkan harus bertransformasi menjadi gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.

“Jangan hanya sehari. Setiap hari masyarakat harus menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing, dan di sinilah peran tokoh RT serta RW menjadi sangat vital,” tegas Sam’ani di sela-sela aksi.

Lebih lanjut, ia mendorong warga untuk memulai manajemen sampah dari unit terkecil, yakni rumah tangga, dengan cara memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat penampungan.

Pola pemilahan dari rumah ini diyakini menjadi kunci utama untuk mereduksi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus membentuk budaya hidup sehat dan bersih di tengah dinamika masyarakat modern.

Menurutnya, World Cleanup Day merupakan momentum penting yang didorong oleh pemerintah pusat guna memantik serta meningkatkan akselerasi kesadaran publik terhadap ancaman darurat sampah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menyampaikan bahwa fokus kegiatan tahun ini menyasar kawasan permukiman warga.

Didik menjelaskan, jika pada tahun-tahun sebelumnya aksi kebersihan lebih banyak terkonsentrasi di area perkantoran instansi dan sekolah, kini edukasi langsung diboyong ke lingkungan kampung agar dampaknya terasa nyata.


Ia menambahkan, pengerukan selokan dan saluran pembuangan air menjadi prioritas utama guna mengantisipasi ancaman banjir serta luapan air saat memasuki musim penghujan.

“Fokus kami salah satunya pada pengerukan selokan. Selain menjaga kebersihan, ini adalah edukasi langsung bahwa pengelolaan sampah dan pencegahan risiko penyakit merupakan tanggung jawab bersama,” terang Didik.

Penanganan persoalan sampah, lanjut Didik, membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara padu, mulai dari pemerintah, pelaku dunia usaha, hingga peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Langkah masif di tingkat hulu ini juga dipicu oleh kondisi TPA Tanjungrejo yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity), sehingga memerlukan intervensi pemilahan sampah yang ketat dari sumbernya.

“Jika hanya TPA yang terus ditata tanpa ada pengelolaan di hulu, beban TPA akan tetap melimpah. Oleh sebab itu, Pemkab Kudus berkomitmen mengawal aksi kebersihan ini secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya