Ubah Paradigma Kegiatan Kepemudaan, Pemuda Pelang Karang Anyar Kudus Gelar Aksi Sosial Sentuh Lansia dan Dhuafa

Minggu, Oktober 25, 2026

KUDUS — Berbeda dari kegiatan kepemudaan pada umumnya yang kerap diidentikkan dengan hura-hura, organisasi pemuda di Dukuh Pelang Karang A1nyar, Desa Margorejo, Kabupaten Kudus, memilih untuk mengarahkan energinya pada aksi kemanusiaan. Pada Minggu (25/10/2026), mereka menggelar kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan tunai yang ditujukan bagi warga kurang mampu di lingkungan setempat.

Ketua Panitia Kegiatan, Ahmad Abdul Fatah, menjelaskan bahwa aksi sosial ini lahir dari keinginan bersama para pemuda untuk menghadirkan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Tujuan utama kami yang pertama adalah mempererat silaturahmi. Selain itu, karena lingkup kita mencakup dua RT, kegiatan ini dibuat agar warga terkesan lebih akur dan rukun. Jika sebelumnya ada hiburan, sekarang kita alihkan ke kegiatan sosial," ujar Fatah saat ditemui awak media di lokasi acara, Minggu (25/10/2026).

Anggota panitia, Hari Siswanto, menambahkan bahwa sasaran utama penyerahan bantuan kali ini difokuskan pada kalangan warga yang paling membutuhkan.

"Target kita adalah lingkungan sekitar, mana yang lebih membutuhkan. Contohnya ibu-ibu atau lansia yang sudah tidak mampu bekerja lagi. Di situlah fokus utama bantuan kami," kata Hari.

Berdasarkan pendataan panitia, bantuan disalurkan kepada 35 penerima manfaat yang mencakup wilayah RT 4 dan RT 5 di RW 6, Dukuh Pelang Karang Anyar, Desa Margorejo.

Dari total penerima tersebut, mayoritas merupakan kalangan janda kurang mampu serta lansia pria yang sudah tidak memiliki kemampuan fisik untuk bekerja.

"Data yang tercatat ada sekitar 31 orang janda, ditambah 2 hingga 3 bapak-bapak lansia yang sudah tidak mampu bekerja mencari nafkah," terang Hari menambahkan rincian penerima bantuan.

Adapun paket bantuan yang diserahkan meliputi bahan pangan pokok seperti beras serta bantuan uang tunai guna membantu kebutuhan sehari-hari warga penerima.

Seluruh dana kegiatan ini dihimpun secara mandiri melalui iuran anggota organisasi pemuda serta didukung oleh para donatur lokal yang turut peduli.


Fatah mengungkapkan, aksi ini merupakan program perdana yang diinisiasi oleh pemuda setempat dengan harapan dapat mengubah citra kegiatan pemuda menjadi lebih bernilai sosial.

"Kami ingin mengubah pola pikir agar organisasi pemuda, khususnya di Kudus, tidak sekadar mengadakan acara hura-hura. Kita alihkan ke hal-hal yang positif dan berdampak langsung," tegasnya.

Ia juga berharap aksi kepemudaan ini dapat memantik inspirasi bagi organisasi pemuda di desa-desa lain di Kabupaten Kudus untuk melakukan aksi serupa.

Manfaat aksi ini dirasakan langsung oleh warga penerima, salah satunya Ibu Arum (53), warga RT 5 RW 6 yang berstatus sebagai ibu rumah tangga.

Arum mengaku sangat bersyukur dan tersentuh atas perhatian para pemuda, karena selama ini ia belum pernah menerima bantuan serupa.

"Bagi saya bantuan ini sangat membantu. Walaupun janda, sebelumnya saya tidak pernah dapat bantuan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya," ungkap Arum dengan penuh haru.