KUDUS, kudusterkini.com – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui semangat World Cleanup Day (WCD), siswa SD 2 Pasuruhan Lor menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.30 WIB tersebut diikuti siswa kelas IV, V, dan VI dengan didampingi guru pembina lingkungan, Noer Aini dan Mira Artanti.
Tidak sekadar membersihkan halaman sekolah, para siswa juga diajak belajar memilah sampah berdasarkan jenisnya serta memanfaatkan sampah organik, khususnya daun-daun kering, menjadi kompos.
Sejumlah siswa tampak membersihkan area sekolah, mengumpulkan daun-daun kering, dan memisahkan sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung agar siswa memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tentang memungut sampah, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan benar.
Guru pembina lingkungan SD 2 Pasuruhan Lor, Noer Aini, menjelaskan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah telah dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pada minggu ketiga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membiasakan anak-anak agar peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memahami cara memilah sampah. Daun-daun kering yang selama ini sering dianggap sebagai sampah bisa dimanfaatkan menjadi kompos yang berguna bagi tanaman,” ucap Noer Aini.
Menurut konsep edukasi yang diterapkan, sampah daun tidak seharusnya langsung dibakar atau dibuang begitu saja. Daun kering dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos sehingga memiliki manfaat bagi lingkungan.
Di lingkungan rumah, daun-daun kering juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Pengelolaan tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi sampah sekaligus mengenalkan prinsip pemanfaatan kembali bahan organik kepada anak-anak sejak dini.
Kompos yang dihasilkan dari pengolahan daun kering di SD 2 Pasuruhan Lor biasanya digunakan untuk memupuk bunga dan pepohonan yang tumbuh di lingkungan sekolah. Keberadaan beragam tanaman di sekolah menjadi sarana praktik bagi siswa untuk melihat secara langsung manfaat pengolahan sampah organik.
Dengan demikian, kegiatan kebersihan tidak berhenti setelah lingkungan terlihat bersih. Para siswa juga belajar bahwa sampah tertentu masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara tepat.
Kepala SD 2 Pasuruhan Lor, Suprayitno, mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembiasaan karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya menjaga kebersihan di sekolah, tetapi juga menerapkan kebiasaan baik ini di rumah dan di lingkungan masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat World Cleanup Day, gerakan global yang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sampah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 20 September sebagai Hari Bersih-Bersih Sedunia yang diperingati setiap tahun.
Melalui kegiatan rutin dan edukasi pengelolaan sampah, SD 2 Pasuruhan Lor berupaya menanamkan kebiasaan hidup bersih, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap alam kepada para siswa. Langkah sederhana seperti memilah sampah, mengumpulkan daun kering, dan membuat kompos diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang diterapkan di sekolah maupun di rumah.
Bagi sekolah, lingkungan yang bersih dan hijau bukan sekadar tempat belajar yang nyaman, melainkan juga ruang pendidikan untuk membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.