Sensasi Kudus Masters 2026: Ginting Pulang Kampung, Mutiara hingga Nawaf/Indah Segel Tiket 16 Besar

Rabu, Oktober 21, 2026


KUDUS, kudusterkini.com - Gema bulu tangkis nasional membara di Kota Kretek saat gelaran Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 resmi melangsungkan babak 32 besar pada Rabu (21/10/2026). Turnamen berkelas internasional ini menghadirkan pertarungan sengit para pebulu tangkis papan atas Indonesia melawan rival mancanegara di hadapan ribuan pendukung tuan rumah.

Laga dramatis tersaji di sektor tunggal putri (WS) ketika Mutiara Ayu Puspitasari sukses menundukkan wakil Jepang berstatus unggulan kelima, Manami Suizu. Bermain dalam durasi tiga gim, Mutiara memetik kemenangan impresif dengan skor akhir 13-21, 21-18, dan 21-8 untuk mengamankan tempat di babak 16 besar.

Mutiara sempat mengalami kendala di gim pertama lantaran sering ragu-ragu dan membuat bola keluar lapangan. Namun, ia berhasil bangkit di gim kedua setelah mengejar ketertinggalan poin yang menjadi momentum penting untuk membalikkan keadaan secara penuh hingga gim ketiga.

Kunci kemenangan Mutiara terletak pada kecerdatannya mengeksekusi strategi bermain bola-bola dekat yang membuat lawan tidak nyaman. Menghadapi ketatnya persaingan tunggal putri saat ini, Mutiara menegaskan pentingnya menjaga fokus pola pikir, mengurangi kesalahan sendiri, serta siap tampil habis-habisan di lapangan.

Kejutan manis juga diukir oleh pasangan ganda campuran (XD) baru Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. Pasangan unggulan kedelapan ini sukses menghentikan perlawanan ketat wakil China, Shen Xuan Yao/Zhang Jia Han, melalui pertarungan rubber game 18-21, 21-17, dan 21-18.

Sempat kehilangan fokus di akhir gim pertama akibat kecolongan servis lawan, Nawaf/Indah dengan cepat mengubah taktik di gim kedua dan ketiga. Mereka mempercepat tempo permainan, memperkuat pertahanan, serta berhasil melewati jebakan servis tipis pasangan China.

Bagi Indah, bermain di Kudus membawa kenangan tersendiri karena arena pertandingan merupakan bekas markas latihannya semasa di PB Djarum. Adaptasi lapangan berjalan sangat lancar, ditambah komunikasi intensif antara Indah yang lebih senior dan Nawaf yang responsif mendengarkan arahan di lapangan.

Nawaf mengaku banyak belajar dari kejelian Indah dalam membaca kelemahan dan celah permainan lawan. Status sebagai pasangan baru justru menjadi keuntungan tersendiri bagi Nawaf/Indah karena lawan belum mengantisipasi variasi pola serangan yang mereka terapkan.

Sektor ganda putra (MD) turut menyumbang hasil positif lewat kemenangan pasangan rakitan senior-junior, Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino. Menghadapi wakil Chinese Taipei, Cheng Kai Wen/Liao Chao Pang, Rian/Daniel tampil dominan dan menang straight game 21-13, 21-18.

Rian/Daniel tampil sangat taktis sejak awal laga dengan mengontrol area depan dan mematikan servis lawan. Strategi menyerang terus-menerus diterapkan agar lawan yang memiliki power besar tidak mendapat kesempatan membangun serangan balik.

Kemenangan ini melanjutkan tren positif Rian/Daniel yang sebelumnya juga berhasil menundukkan lawan yang sama pada ajang Polytron Pontianak Indonesia Masters. Fasilitas arena baru di Kudus yang nyaman turut mendongkrak performa impresif pasangan Indonesia tersebut.

Menatap babak selanjutnya yang berpotensi meladeni wakil China, Rian/Daniel bertekad memperketat antisipasi permainan rally panjang. Evaluasi utama pasangan ini berfokus pada konsistensi pembukaan bola dan meminimalisasi unforced errors.

Laga pamungkas yang paling menyedot perhatian publik Kudus adalah aksi pemain tunggal putra (MS) unggulan keenam, Anthony Sinisuka Ginting. Bertanding melawan wakil Chinese Taipei, Zheng Ying Wu, Ginting tampil tenang dan membungkus kemenangan dua gim langsung 21-17, 21-17.

Kendati berhasil menang dua gim langsung, Ginting harus berjuang keras mengatasi situasi kalah-menang angin di lapangan. Sempat tertinggal beberapa angka di gim kedua, Ginting berhasil keluar dari tekanan berkat instruksi jeli dari sang pelatih.


Atmosfer pertandingan di Kudus dirasakan sangat spesial oleh Ginting karena dihadiri antusiasme luar biasa dari para penonton. Tempat ini memiliki nilai sentimental tinggi bagi Ginting yang pernah mengikuti proses seleksi di PB Djarum belasan tahun silam.

Momen nostalgia tersebut terasa makin berkesan bagi Ginting. Jika pada tahun 2010 atau 2011 lalu ia datang ke Kudus didampingi orang tua saat merintis karier, kini ia kembali ke Kota Kretek sebagai pebulu tangkis senior dengan didampingi anak dan istri.

Secara jujur, Ginting mengaku masih dalam proses mengembalikan performa terbaiknya secara bertahap. Seiring bertambahnya usia dan dinamika fisik yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu, ia terus beradaptasi untuk menemukan ritme permainan ideal di lapangan.

Pada babak 16 besar besok, pertarungan 'Perang Saudara' tak terelakkan saat Ginting dijadwalkan bertemu rekan pelatnasnya, Richie Duta Richardo. Karena sudah saling mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing dari sesi latihan harian, Ginting berfokus menyiapkan mental dan fisik secara maksimal.

Laga babak 32 besar Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 ini sukses menyajikan tontonan berkualitas tinggi bagi para pencinta bulu tangkis Tanah Air. Keberhasilan para wakil Indonesia melangkah ke babak selanjutnya makin membuka peluang untuk menyabet gelar juara di rumah sendiri.

Persaingan ketat yang menyajikan perpaduan aksi pemain senior dan potensi atlet muda ini akan berlanjut pada babak 16 besar esok hari. Fokus evaluasi, pemulihan fisik yang cepat, serta dukungan penuh publik Kudus menjadi modal berharga bagi skuad Merah Putih demi mengamankan target melaju hingga partai puncak.