PATI, kudusterkini.com — PT Djarum kembali menunjukkan komitmen sosialnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Tengah. Melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), perusahaan asal Kudus ini merampungkan renovasi dan pembangunan ulang sebanyak 12 unit rumah warga tak layak di Kabupaten Pati.
Total dana yang dikucurkan untuk membedah belasan hunian tersebut mencapai tak kurang dari Rp 840 juta. Bantuan ini disalurkan secara merata dengan besaran sekitar Rp 70 juta untuk setiap unit rumah penerima manfaat.
Sebanyak 12 rumah yang mendapat pembenahan total tersebut tersebar di dua wilayah kecamatan di Kabupaten Pati. Rinciannya, sebanyak tujuh unit rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, serta lima unit rumah sisanya berlokasi di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.
Acara seremonial serah terima bantuan RSLH ini berlangsung dengan penuh khidmat di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (21/10/2026). Momentum berharga tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan perwakilan manajemen perusahaan.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, serta jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati. Selain itu, hadir pula para camat, kepala desa, serta keluarga penerima manfaat.
Rasa haru dan syukur mendalam dirasakan oleh para penerima bantuan, salah satunya Syaiful Anam (35). Pria yang berprofesi sebagai penjahit asal Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program pembenahan hunian tersebut.
Syaiful menuturkan, selama bertahun-tahun ia bersama istri dan seorang anaknya harus bertahan hidup di rumah yang sangat kurang nyaman. Bangunan tempat tinggalnya terdahulu hanya berdindingkan anyaman bambu (gedek), beralaskan tanah, serta memiliki struktur atap yang ringkih dan bocor.
Kondisi tersebut kerap menyulitkan keluarganya saat cuaca ekstrem melanda. Ketika musim kemarau tiba, ruangan di dalam rumah terasa sangat gerah dan panas, sedangkan saat hujan deras turun, air langsung menetes membasahi isi rumah.
Bahkan, lantaran kondisi dinding dan lantai yang masih menyatu dengan tanah, rumah lamanya kerap dimasuki hewan liar. Ia menceritakan bahwa ular sesekali melintas masuk melalui celah-celah bangunan bagian belakang rumahnya.
Kini, kondisi hunian Syaiful Anam telah berubah total menjadi bangunan permanen yang kokoh, sehat, dan aman. Lantai rumah yang dulunya tanah kini telah dilapisi keramik bersih, dinding bambu berganti tembok bata, serta atap rumah terpasang rapi tanpa bocor.
Anak semata petiknya kini dapat beristirahat dengan tenang tanpa lagi terganggu suhu panas maupun rintik hujan. Syaiful pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada PT Djarum atas kepedulian yang diberikan kepada keluarganya.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah nyata PT Djarum dalam membantu penanganan rumah tidak layak huni di wilayahnya. Menurutnya, bantuan ini merupakan anugerah besar dan sangat berarti bagi warga Pati yang membutuhkan.
Risma menegaskan bahwa keberadaan swasta sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap sinergi positif ini dapat terus terjalin berkesinambungan di berbagai bidang pembangunan sosial lainnya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa proses renovasi dilakukan dengan memperhitungkan jumlah anggota keluarga di setiap rumah. Tata ruang mulai dari kamar tidur, dapur, hingga fasilitas sanitasi disesuaikan agar memenuhi standar rumah sehat.
Budiharto menekankan bahwa rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan pokok manusia selain pangan dan sandang. Hunian yang layak, bersih, dan sehat diyakini akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan keluarga, terutama yang memiliki anak kecil.
Dalam pelaksanaannya, program RSLH PT Djarum menerapkan prinsip gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah dan warga setempat. Seluruh biaya pembangunan ditanggung penuh oleh perusahaan sehingga penerima manfaat tidak dibebani biaya sedikitpun.
Ia berharap aksi nyata ini dapat menjadi pemicu (trigger) bagi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut berkontribusi membangun masyarakat. Langkah konsisten ini sejalan dengan komitmen dan tagline perusahaan, yakni "Tumbuh Bersama Indonesia".
Program RSLH sendiri telah dijalankan PT Djarum sejak tahun 2022 dan telah merenovasi 626 rumah hingga akhir 2025 di berbagai wilayah Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2026 ini, PT Djarum menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 492 rumah di sejumlah daerah, termasuk Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Semarang, dan Temanggung.