KUDUS – SMP Negeri 1 Jati menyelenggarakan pesta demokrasi kampus dengan menggelar Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berbasis sistem Pemilihan Umum (Pemilu) pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kepala SMPN 1 Jati, Sumaryatun, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan pemilihan ketua OSIS ini dirancang sebagai bagian dari proyek kokurikuler sekolah. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan demokrasi.
"Kami mengemas kegiatan ini sebagai proyek kokurikuler agar anak-anak dapat melaksanakan proses demokrasi dari awal hingga akhir. Edukasi diawali dengan pemahaman mengenai mekanisme pemilu," ujar Sumaryatun saat ditemui di lokasi pemungutan suara.
Untuk memberikan edukasi yang autentik dan sesuai dengan standar nasional, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman komprehensif mengenai tata cara pemilu yang jujur dan adil kepada para siswa.
Selama proses persiapan, para siswa diberikan berbagai tugas kreatif yang mendukung jalannya pemilu. Mereka diajak membuat poster kampanye hingga properti penunjang seperti bilik suara dan kotak suara.
"Setiap kelas membuat poster dan properti pendukung dalam kelompok. Karya-karya terbaik kemudian dipilih oleh pihak sekolah untuk digunakan pada hari pemungutan suara ini," tambah Sumaryatun.
Di tempat terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Jati, Edi Purwito, S.Pd., menerangkan tahapan seleksi calon ketua OSIS yang berlangsung secara terstruktur dan ketat.
Edi menjelaskan bahwa penjaringan bakal calon dimulai dari jenjang kelas 8. Masing-masing kelas mengirimkan dua orang perwakilan terbaiknya untuk mengikuti seleksi tahap awal.
"Perwakilan dari setiap kelas tersebut kemudian diseleksi langsung oleh pengurus OSIS demisioner hingga menyisakan delapan calon kandidat," pangkas Edi.
Tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan seleksi oleh para guru mata pelajaran, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Dari proses evaluasi akademis dan karakter tersebut, jumlah kandidat mengerucut dari delapan menjadi enam orang.
Seleksi tahap akhir kemudian dilakukan oleh tim pembina OSIS bersama pihak kesiswaan untuk menentukan empat kandidat terbaik. Empat calon inilah yang berhak maju ke panggung pemungutan suara puncak untuk dipilih oleh seluruh warga sekolah.
Edi menegaskan bahwa pemenang akan ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak. Namun, pihak sekolah juga telah menyiapkan mekanisme antisipasi jika terjadi kesamaan jumlah suara di antara kandidat.
"Jika terjadi perolehan suara imbang, kami akan menggelar pemungutan suara ulang yang khusus melibatkan dua kandidat teratas tersebut. Meski belum pernah terjadi, hal itu tentu akan membuat proses demokrasi semakin menarik," selorohnya.
Pesta demokrasi SMPN 1 Jati ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen sekolah. Total hak pilih mencakup 787 siswa serta 55 orang guru dan staf karyawan, sehingga total pemilih yang terdaftar mencapai lebih dari 800 partisipan.