Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 Panggung Bintang Bulutangkis Dunia: 16 Negara Siap Memburu Poin BWF dan Prize Money USD 120 Ribu di Kudus.

Senin, Oktober 19, 2026



KUDUS, kudusterkini.com, 19 Oktober 2026 – Kota Kudus kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu benteng utama bulutangkis Indonesia. Turnamen bertajuk Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 siap resmi bergulir di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah pada 20 hingga 25 Oktober 2026.

Ajang bergengsi berlevel BWF World Tour Super 100 ini dipastikan bakal menjadi arena pertarungan sengit bagi pebulutangkis top kawasan Asia dan dunia. Sebanyak 16 negara dijadwalkan bakal menurunkan wakil terbaiknya untuk memperebutkan poin krusial BWF sekaligus total hadiah sebesar USD 120.000.

Pemilihan Kota Kudus sebagai tuan rumah turnamen internasional ini telah melewati proses penilaian dan standar verifikasi ketat dari Badminton World Federation (BWF). Terdapat sejumlah parameter utama yang menjadi pertimbangan BWF sebelum memberi persetujuan resmi.

Ketua Panitia Pelaksana, Yuni Kartika, menjelaskan bahwa kelayakan akses ke bandara terdekat dari kota penyelenggara menjadi salah satu aspek vital penilaian. Selain itu, ketersediaan fasilitas akomodasi yang memadai untuk menampung ratusan atlet, official, dan perangkat pertandingan juga menjadi faktor penentu.

"Ada beberapa pengajuan tentunya dari PBSI, tetapi kemudian kembali di-review oleh BWF hingga akhirnya diputuskan level serta kotanya. Syarat-syarat tersebut membuat Kudus termasuk salah satu kota yang di-approve oleh BWF," terang Yuni.

Terkait persiapan teknis pertandingan, pihak panitia juga menjadwalkan agenda *managers' meeting* pada sore hari jelang dimulainya turnamen. Dalam sesi tersebut, masih ada kemungkinan bagi atlet yang menyatakan mundur dan posisinya disiagakan untuk digantikan oleh daftar atlet *reserve*.

Dari sisi peta kekuatan, Indonesia menjadi kontingen terbesar dengan mengirimkan sebanyak 109 atlet. Posisi kedua disusul oleh Malaysia dengan 37 atlet, Chinese Taipei 36 atlet, serta China yang memboyong 33 pemain.

Kehadiran wakil China di Kudus menjadi sorotan tersendiri mengingat jumlah armada yang mereka kirim terbilang cukup besar dibanding turnamen Super 100 di kota-kota sebelumnya. Meski tak memboyong pemain unggulan paling atas, ancaman China tetap patut diwaspadai.

"Bukan unggulan tertinggi, tetapi seperti biasa China selalu menyimpan misterinya sendiri. Nanti ini akan jadi ajang yang menarik karena mereka akan berhadapan langsung dengan para atlet Indonesia," lanjut Yuni.

Selain empat negara tersebut, dominasi Asia makin kental dengan kehadiran peserta dari Thailand sebanyak 27 atlet, Jepang 26 atlet, Korea 19 atlet, India 12 atlet, dan Singapura 10 atlet. Hal ini menjanjikan atmosfer persaingan yang amat tajam bagi tuan rumah.

Yuni menegaskan, penyelenggaraan turnamen ini merupakan wujud komitmen PP PBSI dalam menyajikan kompetisi berkualitas. Ajang ini menjadi wadah strategis bagi para atlet Tanah Air untuk meningkatkan daya saing serta memburu poin dunia.

Sementara itu, Ketua PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, menyampaikan bahwa Kudus memiliki rekam jejak panjang dalam menelurkan talenta-talenta hebat. Kehadiran kejuaraan ini menjadi momentum emas memperkuat tradisi pembinaan yang berkesinambungan.

Dukungan penuh juga datang dari pihak sponsor utama. Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung mendampingi para atlet berjuang mengibarkan bendera merah putih di panggung internasional.



Di sektor teknis lapangan, kepastian kapasitas penonton di Djarum Arena 2 disesuaikan dengan kebutuhan area pertandingan. Meski kapasitas gedung dapat memuat lebih banyak penonton, area arena dibatasi maksimum 700 penonton demi kenyamanan atlet dan *official*.

Untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat Kudus yang tidak tertampung di dalam gedung, panitia menyiagakan fasilitas nonton bareng (nobar) di luar arena. Sejumlah layar LED berukuran besar disiapkan guna menayangkan siaran langsung (*live streaming*) dari dalam lapangan.

Peta persaingan Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 sendiri dipastikan ketat di lima nomor. Di sektor tunggal putra, nama-nama seperti Wang Tzu Wei (Chinese Taipei) serta Dong Tian Yao (China) menjadi unggulan teratas, disusul wakil Indonesia seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Muhammad Yusuf.

Di nomor tunggal putri, Wong Ling Ching (Malaysia) dan Yeo Jia Min (Singapura) menjadi magnet utama. Sektor ganda putra dan ganda putri juga bakal menyajikan duel sengit lewat pasangan Patra Harapan/Yeremia Rambitan serta Rinjani Kwinnara/Isyana Syahira.

Masyarakat dan pecinta bulutangkis dapat menyaksikan langsung pertandingan di Djarum Arena 2 tanpa dipungut biaya (gratis). Selain itu, seluruh laga dapat diakses melalui *live streaming* YouTube @PolytronIndonesia, serta tayangan siaran langsung di iNews TV mulai babak semifinal.