Memutihkan Sayung, 650 Nahdliyin Larut dalam Istighotsah Megah Hari Santri 2026 di Gedung Baru MWC NU

Minggu, Oktober 18, 2026




DEMAK – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, pada Sabtu (17/10/2026) malam. Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul merapatkan shaf dalam gelaran istighotsah dan doa bersama.

Kegiatan spiritual ini diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sayung sebagai rangkaian utama peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026.

Tak kurang dari 650 jemaah Nahdliyin tampak antusias memadati lokasi acara sejak sore hingga malam hari demi mengikuti rangkaian doa yang berjalan dengan penuh kekhusyukan.

Momentum tahunan ini disepakati bukan sekadar acara rutin, melainkan sarana krusial untuk memperkuat tali silaturahmi serta meneladani jejak perjuangan para ulama pendahulu.

Melalui majelis doa ini, jemaah diajak untuk kembali meneguhkan komitmen dan peran strategis santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di era modern.

Istimewanya, perhelatan keagamaan yang semarak ini digelar di gedung baru MWC NU Sayung yang menjadi kebanggaan warga NU setempat.

Kehadiran jemaah memancar dari berbagai unsur dan badan otonom (Banom) NU yang kompak memutihkan area gedung baru tersebut.

Berdasarkan data panitia, komposisi jemaah terdiri atas 100 pengurus MWC NU Sayung, 100 anggota Muslimat NU, serta 100 anggota Fatayat NU.

Semangat muda juga terpancar dari hadirnya 100 personil Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser, 50 kader IPNU-IPPNU, serta 200 pengurus ranting NU yang mewakili desa-desa se-Kecamatan Sayung.

Ketua Panitia Peringatan HSN 2026 MWC NU Sayung, KH Syaiful Karim, menjelaskan bahwa acara ini dirancang khusus untuk mengenang jasa besar para kiai dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan kembali memori sejarah bangsa tentang Resolusi Jihad 1945 yang dicetuskan oleh Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari sebagai pemicu perlawanan rakyat terhadap penjajah.

"Peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga kesempatan emas untuk menumbuhkan semangat perjuangan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah," tegas KH Syaiful Karim dalam keterangannya.

Ia menambahkan, doa bersama ini dilantunkan secara tulus agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta kesejahteraan yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan zaman.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh panitia kepada seluruh pengurus MWC NU, badan otonom, pengurus ranting, serta para donatur yang menyokong penuh hingga puncak HSN yang jatuh pada 22 Oktober 2026 mendatang.


Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Demak, Gus Badrudin, menekankan dalam sambutannya agar setiap warga NU senantiasa memahami dan merawat tanggung jawab mulia sebagai seorang santri.

Gus Badrudin menegaskan bahwa status santri melekat seumur hidup tanpa memandang perbedaan jabatan, profesi, maupun kesibukan duniawi yang sedang dijalani saat ini.

Ia menyoroti pentingnya menjaga sanad keilmuan dan keterikatan batin dengan para guru serta masyayikh agar mampu melanjutkan amanah dakwah yang menyejukkan.

"Terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras. Harapannya keberadaan gedung baru MWC NU Sayung dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas serta mendukung kemajuan organisasi ke depan," tutur Wakil Bupati Demak.

Sementara itu, Sodikin selaku Pengurus Ranting NU Karangasem Sayung menyambut positif dan menilai kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi yang sangat efektif untuk mempererat soliditas warga NU hingga tingkat akar rumput.