Lolos Seleksi Ketat Ribuan Peserta, Sembilan Talenta Muda Resmi Gabung PB Djarum

Sabtu, Oktober 10, 2026

KUDUS, kudusterkini.com - Sebanyak sembilan atlet muda berbakat resmi meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 sekaligus bergabung dengan klub ternama PB Djarum. Keberhasilan ini didapat setelah mereka melewati rangkaian seleksi yang sangat kompetitif dalam gelaran Audisi Umum PB Djarum 2026.

Sembilan peraih beasiswa ini berhasil mengungguli total 2.140 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Para talenta muda terpilih tersebut terbagi dalam beberapa kategori kelompok usia, yaitu dua atlet U-11 Putri, tiga atlet KU 11 Putra, satu atlet KU 11 Putri, dua atlet KU 12 Putra, serta satu atlet KU 12 Putri.

Pada tahun ini, Audisi Umum PB Djarum diselenggarakan secara ekspansif di tiga kota besar, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus. Rangkaian seleksi di tiga kota tersebut menghasilkan 67 atlet peraih Super Tiket, dengan rincian 15 atlet dari Pekanbaru, 16 atlet dari Makassar, dan 36 atlet dari Kudus.

Para pemenang Super Tiket tersebut kemudian diterjunkan dalam karantina tahap pertama yang ketat. Pada 28 September 2026, persaingan makin meruncing hingga menyisakan 46 atlet yang berhak melaju ke babak karantina tahap kedua.

Di babak karantina kedua inilah, jajaran Tim Pencari Bakat dan pelatih PB Djarum melakukan penilaian mendalam. Mereka akhirnya menentukan nama-nama atlet terbaik yang berhak mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, mengutarakan rasa syukurnya atas keberagaman karakter peserta tahun ini. Penyelenggaraan audisi di tiga kota terbukti efektif membuka ruang bagi tim pelatih untuk menjaring potensi dengan latar belakang yang bervariasi.

Sigit memberikan ucapan selamat kepada para atlet yang berhasil lolos dan mendapatkan beasiswa. Sementara bagi peserta yang belum beruntung, ia berpesan agar tetap membakar semangat dan tak pantang menyerah dalam mengejar cita-cita sebagai pebulutangkis profesional.

Ia menekankan bahwa penetapan atlet terpilih tidak hanya didasarkan pada performa saat audisi, melainkan juga kecocokan potensi mereka dengan skema pembinaan klub. Kesempatan bergabung dengan PB Djarum diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengasah kemampuan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sigit menambahkan bahwa para atlet yang terpilih merupakan sosok-sosok terbaik yang memang sesuai dengan kebutuhan PB Djarum saat ini. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menjadi pemain profesional masih sangat panjang sehingga membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, dan mental juara yang tangguh.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian awal dari maraton panjang para atlet muda. Tim pelatih telah bekerja cermat menentukan kriteria terbaik demi masa depan bulutangkis Indonesia.

Juara Dunia 2001 tersebut turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orangtua dan pelatih daerah yang setia mendampingi para atlet. Menurutnya, kegagalan maupun keberhasilan di tahap awal ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses belajar yang terus berlanjut.

Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Errencia Clarista, atlet semata wayang dari kategori KU 12 Putri yang berhasil meraih beasiswa. Pebulutangkis yang mengidolakan Liliyana Natsir dan lolos dari audisi kota Pekanbaru ini mengaku impiannya bergabung dengan PB Djarum sejak lima tahun lalu akhirnya terwujud.

Rasa bangga dan kaget juga diungkapkan oleh Russel Junior Sumual, peserta dari kategori KU 11 Putra yang mengikuti audisi di Makassar. Setelah melalui persaingan sengit dari babak turnamen hingga karantina, Russel menyatakan kesiapannya untuk melahap seluruh porsi latihan demi menggapai cita-cita menjadi pemain profesional.


Perjuangan Russel tak lepas dari dukungan penuh sang ibu, Ferawati Kambodji, yang rela menginap selama satu bulan di sekitar GOR Djarum Jati, Kudus. Ferawati mengaku amat terharu karena pengorbanannya mendampingi sang buah hati berbuah manis, meski selama masa karantina mereka hanya bisa bertemu seminggu sekali.

Keberhasilan sembilan atlet ini menjadi bukti nyata komitmen PB Djarum dalam menjaga regenerasi atlet bulutangkis nasional. Pembinaan berkelanjutan di markas PB Djarum Kudus akan segera dimulai untuk membina mereka menjadi calon juara dunia masa depan.

Adapun daftar lengkap sembilan penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 pada kategori U-11 Putri diisi oleh Vicky Lee Alison asal Kota Tegal (PB Sinar Mutiara) dan Alisie Elaina Sembiring asal Kota Bogor (PB Champion Kudus).

Sementara pada kategori KU 11 Putra, nama-nama yang lolos meliputi Russel Junior Sumual dari Kab. Minahasa Utara (PB Talenta), Azka Adhitama dari Kab. Bekasi (PB Bhinneka 2), dan Azka Azfar Rabbani dari Kab. Purworejo (PB Garuda Jaya). Untuk kategori KU 11 Putri diraih oleh RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh dari Kota Yogyakarta ( PB Elang Yogyakarta ).

Pada kategori KU 12 Putra, beasiswa berhasil diraih oleh Feliks Zebua asal Kab. Bogor (Kayp1 Champion Academy) dan Muh. Faiz Athallah asal Kota Makassar (PB Ukhuwah Makassar). Kategori KU 12 Putri disempurnakan oleh nama Errencia Clarista dari Kota Tangerang (Jenna Gozali Badminton Club).