KUDUS, kudusterkini.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 sekaligus menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) dan orientasi politik di Majesty Ball Room, Hotel Griptha Kudus, Minggu (11/10/2026).
Pengukuhan kepengurusan baru tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Tengah, H. Syarif Abdillah, S.Pd.I., yang hadir mewakili jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Di bawah kepemimpinan Hj. Ida Nur Sa’adah, S.Pd.I., M.H., PKB Kudus mengusung semangat “Kudus Ijo Royo-Royo” dengan tagline “Bersama Menjadikan Kudus Lebih Maju” sebagai landasan konsolidasi organisasi.
Ida Nur Sa’adah yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah dipercaya memimpin DPC PKB Kudus periode 2026–2031 dengan didampingi Safuan, S.Ag., M.Pd., sebagai Sekretaris dan Bisri, S.H., sebagai Bendahara.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya KH Badawi Basyir dari Dewan Syuro DPP PKB, Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah H. Sukirman, S.S., serta Ketua DKW Panji Bangsa Jawa Tengah Muhaimin.
Turut hadir pula jajaran Dewan Syuro PKB Kudus yang dipimpin KH Jazuli Basyir sebagai Ketua Syuro dan KH Hafid Asnawi sebagai Sekretaris, bersama unsur pemerintah daerah, Forkopimda, pengurus PAC, ranting, badan otonom partai, serta jajaran NU beserta badan otonomnya.
Ida menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum restrukturisasi PKB yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Setelah pelantikan pengurus di Jakarta pada 23 Juli lalu, proses penataan organisasi berlanjut ke tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di mana PKB Kudus mencatatkan prestasi sebagai daerah tercepat kedua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang.
Dalam susunan kepengurusan baru ini, PKB Kudus mempertahankan pengurus lama sekaligus merangkul kader-kader muda potensial dengan kualifikasi minimal usia 35 tahun untuk posisi pengurus harian.
"Pengurus tidak hanya sekadar nama, tetapi akan diberdayakan sesuai dengan kompetensi dan penugasannya masing-masing," tegas Ida menekankan pentingnya kontribusi aktif seluruh jajaran partai.
Pada pesta demokrasi Pemilu 2024 lalu, PKB Kudus berhasil mengantongi 85.819 suara dari empat daerah pemilihan (dapil) yang mengamankan perolehan tujuh kursi di DPRD Kabupaten Kudus.
Perolehan tujuh kursi tersebut tersebar di Dapil 1 sebanyak satu kursi, Dapil 2 dua kursi, Dapil 3 satu kursi, serta Dapil 4 sebanyak two (dua) kursi.
Berbekal modal politik tersebut, DPC PKB Kudus kini memasang target optimistis untuk menaikkan raihan kursi legislatif menjadi 10 kursi pada pemilu mendatang.
Untuk mencapai target 10 kursi DPRD tersebut, PKB Kudus memprioritaskan penguatan struktur organisasi secara masif hingga ke tingkat ranting, Rukun Warga (RW), dan Rukun Tetangga (RT).
Strategi penataan partai juga akan didukung melalui rekrutmen bakal calon legislatif potensial, pendidikan politik, penguatan kaderisasi loyalis, serta pembentukan media center untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik.
Selain itu, Ida mendorong seluruh pengurus untuk aktif memanfaatkan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Threads guna menjangkau pemilih generasi milenial dan Gen Z.
Di sisi lain, program kerja PKB Kudus tetap difokuskan pada penguatan kerja sama dengan Dewan Syuro, kiai, dan ulama NU, peningkatan transparansi keuangan, serta advokasi masyarakat terkait masalah hukum, lingkungan, dan bencana alam.
Rangkaian pengukuhan dan Muskercab ini menandai dimulainya agenda kerja lima tahunan DPC PKB Kudus untuk memperkuat kelembagaan partai sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kudus.