KUDUS – Suara derik frekuensi radio amatir dan kilatan lalu lintas data internet membahana di Sanggar Bakti Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus pada Jumat (16/10/2026). Suasana penuh semangat kebersamaan melingkupi para anggota Pramuka yang berkumpul untuk memulai perhelatan teknologi berskala global.
Kegiatan tahunan yang ditunggu-tunggu ribuan pandu di seluruh penjuru Nusantara dan dunia ini secara resmi memasuki babak barunya. Perhelatan Jamboree on the Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree on the Internet (JOTI) ke-47 tingkat Kabupaten Kudus resmi dibuka dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi.
Wakil Bupati Kudus sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kudus, Bellinda Birton, hadir secara langsung untuk memimpin upacara pembukaan. Kehadiran beliau membakar semangat para peserta muda yang siap menjelajahi ruang udara dan alam maya demi menjalin persahabatan lintas batas.
Dalam sambutan pembukaannya, Wabup Bellinda Birton menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia dan peserta. Beliau menekankan pentingnya konsistensi Gerakan Pramuka dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan jati diri organisasi.
Tak lupa, ungkapan terima kasih mendalam juga ditujukan kepada Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) Lokal Kudus. Peran aktif ORARI dianggap sangat vital dalam mendampingi para anggota Pramuka mengoperasikan perangkat radio transmisi selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi senada dialamatkan kepada seluruh pihak, mitra kerja, dan relawan yang telah memberikan dukungan teknis maupun logistik. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat.
Wabup Bellinda menegaskan bahwa ajang JOTA-JOTI bukan sekadar agenda seremonial atau kumpul-kumpul rutin saban tahun. Lebih dari itu, event internasional ini merupakan kawah candradimuka untuk mengasah keterampilan komunikasi abad ke-21.
Melalui jaringan radio amatir, para peserta dilatih untuk memahami teknis gelombang radio, tata cara pemanggilan, hingga ketangkasan berkomunikasi jarak jauh. Pengalaman langsung mengudara ini memberikan sensasi belajar yang unik dan berharga bagi para Pramuka Penegak dan Penggalang.
Sementara itu, pemanfaatan platform internet dalam JOTI membuka sekat-sekat geografis secara instan. Anggota Pramuka Kudus dapat bertukar pikiran, budaya, dan cerita dengan sesama anggota pandu dari berbagai belahan dunia hanya dalam hitungan detik.
Namun demikian, di balik pesatnya kemajuan teknologi informasi, Wabup Bellinda memberikan catatan penting yang harus dihayati setiap peserta. Beliau mengingatkan bahwa penguasaan teknologi canggih harus selalu berjalan selaras dengan etika digital yang santun.
Dalam konteks komunikasi radio, kepatuhan terhadap regulasi dan aturan penggunaan frekuensi merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan. Kedisiplinan dalam mengudara mencerminkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab para anggota Pramuka sebagai operator radio muda.
Begitu pula di ranah media sosial dan jaringan internet, sopan santun serta literasi digital yang kuat menjadi benteng utama. Peserta diimbau untuk selalu menyebarkan pesan-pesan positif, menjauhi berita bohong (hoaks), dan menjaga keharmonisan dalam berinteraksi secara daring.
Wabup Bellinda secara khusus menekankan bahwa Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka harus menjadi kompas moral utama saat berselancar di dunia maya. Nilai-nilai luhur Pramuka tidak boleh luntur meskipun sedang menggunakan media yang paling modern sekalipun.
Pesan ini menjadi pengingat agar karakter kesatria, jujur, dan suka menolong tetap menjiwai setiap ketikan pesan maupun komunikasi suara yang dipancarkan dari Kudus. Karakter inilah yang akan menjadi pembeda positif anggota Pramuka di tengah hiruk-pikuk dunia digital.
Selain fokus pada pengembangan diri dan pertemanan, Wabup Bellinda juga memberikan misi khusus kepada seluruh peserta JOTA-JOTI 2026 dari Kwarcab Kudus. Beliau mengajak mereka untuk berperan aktif sebagai duta daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Ajang interaksi global ini dinilai sebagai panggung yang sangat strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Kudus. Mulai dari kekayaan kearifan lokal, destinasi wisata, hingga kelezatan kuliner khas yang menjadi kebanggaan Kota Kretek.
Para peserta diharapkan dapat menceritakan warisan budaya dan keindahan Kudus dengan bangga kepada teman-teman baru mereka di luar negeri. Dengan demikian, nama Kudus akan semakin dikenal luas di kancah internasional melalui jalur diplomasi muda ala Pramuka.
Upacara pembukaan ini ditutup dengan peninjauan stasiun radio dan pos internet oleh Wabup Bellinda Birton beserta jajaran pengurus Kwarcab. Sorot mata penuh rasa ingin tahu dan senyum riang para peserta menjadi penanda dimulainya petualangan udara dan maya Pramuka Kudus selama beberapa hari ke depan.