Baca Juga
KUDUS – Perekonomian Kabupaten Kudus menunjukkan pertumbuhan positif pada Triwulan II 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus Eko Suharto dalam penyampaian Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Kabupaten Kudus, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan data BPS, ekonomi Kudus pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,64 persen secara year-on-year (y-on-y), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,11 persen. Secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Kudus juga tumbuh 1,86 persen, meningkat dari 1,11 persen pada Triwulan I 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus pada Triwulan II 2026 mencapai 7,64 persen secara year-on-year. Seluruh lapangan usaha juga tumbuh positif pada periode ini,” ujar Eko Suharto.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah lapangan usaha utama. Industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kabupaten Kudus. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi tercatat pada pertanian, pengadaan listrik dan gas, serta informasi dan komunikasi.
Industri pengolahan tetap menjadi sektor dominan dengan kontribusi sebesar 75,36 persen terhadap PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) dan tumbuh 7,34 persen secara y-on-y. Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 11,77 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 22,70 persen secara y-on-y.
Di sisi perkembangan harga, inflasi Kabupaten Kudus pada September 2026 tercatat sebesar 0,32 persen secara month-to-month (m-to-m) dibandingkan Agustus 2026. Inflasi tahun kalender mencapai 2,06 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun tercatat 3,16 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan inflasi sebesar 0,95 persen dan andil 0,27 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar antara lain beras, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah.
Pemkab Kudus melalui Kepala Dinas Perhubungan, Mundir, turut berupaya mendukung kelancaran distribusi barang di wilayah Kabupaten Kudus. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa pihaknya terus mengawal kelancaran mobilitas dan distribusi barang agar aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Kelancaran distribusi barang menjadi salah satu hal yang terus kami kawal. Koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan agar mobilitas barang dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Pemkab Kudus terus mencermati perkembangan ekonomi dan harga sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang positif diharapkan dapat terus diikuti penguatan aktivitas produksi, konsumsi masyarakat, dan investasi sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.