Dominasi Pasangan Korea, Bimo/Arlya Amankan Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026 di Kudus

Kamis, Oktober 22, 2026




KUDUS, kudusterkini.com – Langkah manis diraih pasangan ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, di ajang kejuaraan bulu tangkis internasional Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Tampil tangguh di babak 16 besar, pasangan unggulan pertama ini sukses mengamankan tiket menuju perempat final usai menaklukkan wakil Korea Selatan, Jin Sung Ik/Lee Seung Hee, Kamis (22/10/2026).

Bertanding di Gor Djarum Magelang/Kudus, Bimo/Arlya menyegel kemenangan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-12. Kendati menang relatif mulus, Bimo/Arlya tak mau cepat berpuas diri dan memilih fokus menatap laga krusial berikutnya.

Usai pertandingan, Bimo Prasetyo mengutarakan rasa syukurnya atas hasil positif yang berhasil mereka amankan di hadapan para pendukung sendiri. Kendati demikian, ia menilai masih ada aspek permainan dan taktik yang perlu disempurnakan.

"Alhamdulillah bersyukur bisa masuk babak delapan besar, namun kami harus belajar lagi dan komunikasi lagi buat strategi di babak delapan besar," kata Bimo saat memberikan keterangan resmi pascamatch.

Ia menambahkan, kestabilan fokus menjadi catatan evaluasi utama agar tidak lengah di poin-poin krusial. Menurutnya, konsistensi di atas lapangan bakal menjadi kunci penting di babak lanjutan.

"Untuk selanjutnya harus konsisten lagi, jangan gampang buyar fokusnya. Karena kekurangan kami tadi hanya di fokus aja," tutur Bimo mengevaluasi penampilannya.

Pemain ganda campuran tanah air itu juga mengakui rasa permainan (*feeling*) di lapangan sempat terasa belum sepenuhnya pas. Karena itu, peningkatkan performa teknis masih harus digenjot untuk menghadapi tantangan lawan yang makin berat.

"Saya merasakan saat main tadi *feeling*-nya belum pas, jadi masih ada yang perlu ditingkatkan lagi," ungkapnya.

Mengenai jalannya pertandingan melawan Jin/Lee, Bimo mengungkapkan bahwa sejak awal laga mereka langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi menekan diterapkan sejak servis pertama guna mengunci pergerakan wakil Korea tersebut.

"Tadi dari awal kami langsung menekan dan menerapkan strategi kami dari awal. Kami sudah menyaksikan pertandingan lawan jadi sudah tahu apa yang perlu dilakukan," terang Bimo.

Dari sisi pola permainan, ganda campuran Indonesia ini menyadari betul pentingnya memegang kontrol permainan jaring. Menguasai area depan menjadi syarat mutlak untuk mendikte ritme reli lawan.

"Secara pola main, yang terpertimang tadi bola depannya harus didahului jangan sampai lawan yang terlebih dahulu mengatur bolanya," bebernya.

Menanggung status sebagai unggulan teratas (*top seed*) di turnamen ini diakui memberikan beban tersendiri. Namun, Bimo dan Arlya memilih untuk menyikapi tekanan tersebut secara rileks agar mampu tampil lepas.

"Jadi unggulan satu kalau tekanan pasti ada, namun kami bermain lepas aja bagaimana caranya harus *enjoy* mainnya jangan sampai terbebani," kata Bimo lagi.

Menatap laga perempat final Jumat esok, Bimo/Arlya bakal bersua pemenang antara pasangan Tiongkok Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi atau sesama wakil Indonesia, Muhammad Al Farizi/Jessica Maya Risma Wardani. Siapa pun yang lolos, Bimo menegaskan kesiapannya untuk mengusung misi revans.

"Dengan calon lawan besok kami terakhir kalah, kami mau revans. Untuk evaluasi kami di pertandingan sebelum-sebelumnya di komunikasi dan kalau sudah unggul kadang suka tersusul," jelas Bimo mengenai target dan aspek yang diperbaiki.

Di samping itu, kunci taktik yang disiapkan juga memperhitungkan kekuatan fisik lawan. Menghadapi lawan yang memiliki *power* kencang, tim pelatih mengarahkan agar bola dimainkan secara menjauh untuk mematahkan ketahanan reli lawan.

"Lawan merupakan pemain ganda, jadi tangannya kuat dan *power*-nya juga kencang, namun kakinya tidak seulet saya. Pelatih memberikan arahan untuk menjauhkan bola agar lawan tidak kuat untuk bermain *rally*," tutur Arlya memaparkan arahan strategi dari pelatih.

Sementara di sektor lain, persaingan ketat juga tersaji di mana pemain berpotensi bertemu antara wakil India Imad Farooqul Samiya atau wakil Jepang Nodoka Sunakawa. Pemantauan kekuatan calon lawan pun langsung dilakukan usai laga.


"Di babak delapan besar akan bertemu antara Imad Farooqul Samiya (India) atau Nodoka Sunakawa. Setelah pertandingan saya akan menyaksikan laganya. Untuk Nodoka Sunakawa saya baru melihat permainannya, kelihatannya kami satu tipe permainan jadi harus disiapkan lagi kondisinya untuk besok," tambahnya.

Mengoreksi atmosfer laga hari ini, para pemain merasa tampil lebih nyaman dibanding babak awal. Pengelolaan emosi dan ketegangan di lapangan terbukti berjalan efektif sepanjang laga.

"Di pertandingan kali ini, rasanya saya bermain lebih lepas aja. Tekanan pasti ada, tegang juga ada tetapi saya bisa mengontrol," lanjutnya.

Menutup keterangannya, komitmen penuh ditancapkan untuk tampil maksimal di laga perempat final esok demi melangkah makin jauh di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.

"Untuk besok, yang pasti semoga mainnya bisa konsisten dan lebih dijaga lagi fokusnya serta jangan banyak melakukan kesalahan sendiri aja," pungkasnya.

---