Ukir Prestasi Gemilang! SMP 1 Kudus Borong 5 Piala di Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Jumat, September 25, 2026


KUDUS — SMP Negeri 1 Kudus kembali mengukir prestasi memukau di bidang pelestarian kebudayaan dan bahasa daerah. Dalam ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026, sekolah menengah pertama favorit di Kabupaten Kudus ini berhasil memborong sebanyak lima piala sekaligus dari berbagai cabang perlombaan yang diikuti.

Kepastian raihan prestasi membanggakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Kudus, Abdul Rochim. Saat ditemui awak media di lingkungan sekolah pada Jumat, 25 September 2026 pukul 10.00 WIB, ia menyampaikan rasa syukur serta apresiasinya atas perjuangan para siswa dan tim pembimbing.

Abdul Rochim menjelaskan bahwa pada ajang FTBI 2026 ini, SMP 1 Kudus mengirimkan sebanyak tujuh orang siswa sebagai delegasi terbaik. Ketujuh siswa tersebut diterjunkan untuk bertanding pada tujuh cabang perlombaan yang diselenggarakan oleh panitia.

"Dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2026 ini, kami memandat tujuh delegasi terbaik untuk berlaga di tujuh cabang lomba yang ada. Alhamdulillah, dari tujuh cabang tersebut, anak-anak berhasil membawa pulang lima piala," ujar Abdul Rochim saat memberikan keterangannya di sekolah.

Prestasi pertama disumbangkan dari cabang lomba Mendongeng Bahasa Jawa. Dalam kategori ini, siswa bernama Nietro Duta Diega tampil memukau di hadapan para dewan juri hingga berhasil mengamankan gelar Juara 3.

Tak kalah membanggakan, gelar Juara 1 berhasil disabet dari cabang Sesorah atau Berpidato Bahasa Jawa. Prestasi tertinggi di kategori ini ditorehkan oleh Andika Hendratmanto lewat penampilan pidatonya yang lugas, terstruktur, dan kaya akan nilai-nilai kesantunan budaya Jawa.

Keberhasilan meraih posisi puncak juga diraih pada cabang Lomba Menulis dan Membaca Aksara Jawa. Utusan SMP 1 Kudus, Farrah Shidqiya Handinata, tampil sangat teliti dan unggul hingga sukses menobatkan dirinya sebagai Juara 1 pada kategori yang cukup rumit ini.

Sementara itu, pada cabang Membaca Geguritan, penampilan sarat penghayatan ditunjukkan oleh Aqila Candrasmurti. Berkat keindahan artikulasi dan penjiwaannya saat membawakan puisi berbahasa Jawa tersebut, Aqila berhasil menyabet gelar Juara 2.

Piala kelima disumbangkan dari cabang Lomba Macapat melalui suara merdu dan ketepatan laras yang dibawakan oleh Raisa Velin Jassinda Firsya. Perjuangan Raisa di panggung kompetisi tembang Jawa tersebut berhasil membuahkan hasil manis dengan meraih Juara 3.

Meski demikian, terdapat dua delegasi lain yang belum beruntung membawa pulang piala pada gelaran kali ini. Keisha Assyifa Nadira yang berlaga di cabang Menulis Cerkak (cerita pendek bahasa Jawa) dan Khanza Syaqilla Arianto pada cabang Ndagel Ijen (komedi tunggal Jawa) telah berjuang maksimal dan memberikan penampilan terbaiknya.

Abdul Rochim menegaskan bahwa hasil luar biasa yang diraih oleh siswa-siswinya ini bukan datang secara kebetulan. Keberhasilan memborong lima piala di ajang FTBI 2026 merupakan wujud nyata dari kerja tim yang sangat solid dari berbagai pihak.

Ia membeberkan bahwa sinergi yang kuat antara peserta didik, para guru pendamping, pelatih, serta dukungan yang luar biasa dari para orang tua murid menjadi kunci utama di balik kesuksesan kontingen SMP 1 Kudus.

"Keberhasilan SMP 1 Kudus dalam ajang FTBI 2026 ini adalah wujud kerja tim yang solid dari para peserta, guru dan pelatih, serta dukungan yang luar biasa dari orang tua siswa," tutur Abdul Rochim.

Lebih lanjut, Abdul Rochim mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh timnya dalam menghadapi FTBI 2026 adalah terbatasnya durasi waktu persiapan. Masa latihan dan pembinaan peserta terbilang cukup singkat di tengah padatnya agenda akademik sekolah.

Namun, keterbatasan waktu tersebut tidak menjadi penghalang bagi para delegasi SMP 1 Kudus untuk menaklukkan ajang bergengsi ini. Rasa percaya diri, kerja keras, dan kedisiplinan tinggi menjadi modal utama para siswa dalam mengungguli pesaing dari sekolah lain.


Sebagai pimpinan sekolah, Abdul Rochim menyatakan komitmen penuhnya untuk selalu memberikan dukungan penuh kepada para siswa dan guru. Pihak sekolah senantiasa memfasilitasi setiap ruang pengembangan bakat, minat, dan potensi peserta didik di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas dan kelestarian bahasa daerah di tengah arus modernisasi. Menurutnya, penguasaan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada budaya bangsa.

Pihak sekolah secara konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan melalui slogan literasi bahasa yang selalu digaungkan kepada seluruh warga sekolah. Slogan tersebut menjadi pedoman bagi para siswa dalam berkomunikasi dan berliterasi sehari-hari.

“'Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.' Slogan ini yang selalu saya dengungkan untuk seluruh murid di SMP 1 Kudus, agar mereka tetap mencintai bahasa daerahnya,” tegas Abdul Rochim menutup keterangannya.

Keberhasilan memborong lima piala dalam ajang FTBI 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP 1 Kudus, tetapi juga mampu memotivasi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan bangga mengutarakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.