Raih Juara 1 Karnaval Budaya Kudus, SMP 1 Jati Memukau Lewat Sajian Tari Gebyar Dandangan

Selasa, September 15, 2026


Kudus, Kudusterkini.com - SMP 1 Jati berhasil meraih prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 dalam ajang Karnaval Budaya Kabupaten Kudus. Mengusung konsep seni yang memikat, kontingen sekolah ini sukses mencuri perhatian juri dan penonton melalui sajian Tari Gebyar Dandangan.

Pelatih sekaligus koreografer, Tania Artpriend Navadella, S.Pd., membeberkan kunci sukses pertunjukan tersebut saat ditemui di SMP 1 Jati pada Selasa (14/09/2026). Guru seni tari ini membagikan kisah perjuangan timnya dari tahap persiapan awal hingga mampu tampil maksimal.

Tania menjelaskan bahwa Tari Gebyar Dandangan diangkat sebagai representasi ekspresi kegembiraan masyarakat Kudus saat menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi tahunan yang sarat nilai sejarah ini diterjemahkan ke dalam seni gerak tari yang mempesona.

Pesan kegembiraan tersebut digambarkan secara apik melalui gerakan para penari yang gandhes-luwes namun tetap sigrak-rampak. Karakter gerak yang luwes sekaligus energik menjadi daya tarik utama yang membedakan sajian ini dari kontingen lain.

Alur cerita pertunjukan diawali dengan dentuman suara beduk yang menggelegar sebagai penanda datangnya bulan suci. Dentuman tersebut seolah mengajak seluruh masyarakat untuk bersiap memasuki kekhusyukan ibadah puasa Ramadan.

Suasana semarak tradisi Dandangan makin terasa hidup dengan hadirnya gambaran beragam dagangan kearifan lokal. Gelar karya masyarakat yang disajikan dalam bentuk visual tari memperkuat atmosfer pasar kaget khas Kudus di atas panggung.

Dari sisi musik, keindahan pertunjukan dikawal oleh alunan gamelan Jawa yang dipadukan secara harmonis dengan tabuhan rebana khas Kudus serta balutan orkestra modern. Aransemen ini menghidupkan tempo dan nuansa panggung sepanjang durasi penampilan.

Perpaduan instrumen tersebut mengiringi kombinasi gerak murni, gerak maknawi, dan sentuhan kontemporer secara presisi. Kolaborasi unsur tradisional dan kontemporer ini menghasilkan karya tari yang tidak hanya indah, tetapi juga dinamis dan menarik.

Di balik kesuksesan tersebut, Tania mengungkapkan bahwa timnya hanya memiliki waktu persiapan yang terbilang singkat, yakni sekitar dua minggu. Waktu yang terbatas itu diawali dengan proses seleksi ketat untuk memilih para siswa yang akan diproyeksikan sebagai penari.

Selain menyeleksi personel, tim pelatih harus merumuskan ide gagasan dan memangkas durasi tarian. Tari Gebyar Dandangan yang semula berdurasi asli 6 menit dipadatkan secara cermat menjadi 3 menit tanpa mengurangi esensi cerita.

Koreografi yang dirancang pun memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi karena banyak memasukkan unsur lifting dan gerakan atraktif. Hal ini menjadi tantangan berat mengingat mayoritas siswa yang terpilih tidak memiliki latar belakang atau dasar seni tari sama sekali.


Tania bersama tim memaksimalkan waktu dua minggu tersebut dengan menggelar latihan intensif setiap hari. Kesabaran ekstra dibutuhkan untuk menyatukan tempo dan mengompakkan gerakan para siswa dari nol hingga membentuk formasi yang presisi.

Berkat dedikasi tinggi, tepat pada H-1 pelaksanaan Karnaval Budaya, para penari akhirnya mampu menguasai seluruh gerakan sesuai dengan ekspektasi pelatih. Seluruh formasi, lifting, dan transisi gerak berhasil dieksekusi dengan rapi.

Tantangan tak berhenti di situ, pada hari pelaksanaan acara, tim sempat dikejutkan dengan kondisi panggung utama atau stage panggung kehormatan. Ukuran area tampil tahun ini ternyata jauh lebih sempit dibandingkan dengan area pertunjukan tahun sebelumnya.

Kendati sempat cemas, kekompakan dan kesiapan mental para siswa menjadi kunci penyelesaian masalah. Rasa syukur dipanjatkan karena para penari SMP 1 Jati mampu beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan pola lantai di area yang terbatas tanpa mengurangi estetika.

Capaian sebagai Juara 1 ini jelas membawa kebahagiaan dan kebanggaan luar biasa bagi seluruh keluarga besar SMP 1 Jati. Prestasi ini memvalidasi bahwa keikhlasan dan kesabaran dalam melewati proses yang tidak mudah tidak pernah mengkhianati hasil akhir.