KUDUS, Kudusterkini.com – Progres proyek pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan di Puskesmas Jekulo, Kabupaten Kudus menunjukkan tren positif dan melampaui target yang ditetapkan. Pembangunan gedung rawat inap baru tersebut saat ini telah mencapai kisaran 80 persen.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Dr. dr. Abdul Hakam, M.Si., Med., Sp.A., saat meninjau langsung lokasi proyek pembangunan Puskesmas Jekulo pada Selasa (8/9/2026).
Pernyataan senada juga dikuatkan oleh Pembantu Pelaksana Proyek Pembangunan Puskesmas Jekulo, Saiful Hadi, yang mendampingi peninjauan langsung di lokasi pekerjaan fisik tersebut.
Abdul Hakam menjelaskan bahwa berdasarkan data rekapitulasi pada Sabtu (5/9/2026) pekan lalu, capaian pengerjaan fisik sebenarnya baru tercatat sebesar 75 persen.
Meskipun tercatat 75 persen pada pekan lalu, angka tersebut telah mencatatkan deviasi positif sebesar 12,77 persen dari target perencanaan awal sebesar 65 persen.
Namun, memasuki awal pekan ini, pihak penyedia jasa konstruksi mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik di lapangan telah melesat hingga menyentuh angka 80 persen.
"Secara progres dasar, pengerjaan struktur utama dan atap sudah selesai 100 persen. Saat ini pengerjaan menyisakan tahap finishing seperti pemasangan keramik lantai dan pengecatan," terang Abdul Hakam.
Melihat laju pengerjaan yang positif, pihak pelaksana optimis pengerjaan fisik akan selesai sepenuhnya pada akhir Oktober atau paling lambat pertengahan November 2026.
Selain perbaikan fisik bangunan, alokasi anggaran proyek ini juga telah mencakup pengadaan fasilitas internal pendukung seperti mebel dan penataan jaringan operasional.
Pembangunan gedung baru ini difokuskan untuk menguatkan fasilitas rawat inap Puskesmas Jekulo. Sesuai regulasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kapasitas ruang rawat inap puskesmas dibatasi maksimal 10 tempat tidur (bed).
Pembatasan kapasitas rawat inap menjadi 10 bed dari yang sebelumnya mampu menampung hingga 20 bed diakui menjadi tantangan tersendiri bagi pendapatan daerah.
Guna mengantisipasi penurunan potensi pendapatan tersebut, DKK Kudus menyiapkan strategi penguatan pada aspek layanan promotif, preventif, serta penambahan inovasi layanan kesehatan baru.
Beberapa inovasi layanan berbayar di luar skema BPJS yang disiapkan antara lain pembukaan praktik sore, fasilitas fisioterapi, hingga wacana layanan perawatan kulit ringan (skin care).
Layanan inovatif seperti skin care ringan dinilai sangat potensial dikembangkan di wilayah Kudus bagian timur mengingat belum adanya fasilitas sejenis yang memadai di kawasan tersebut.
Pengoperasian secara resmi gedung baru Puskesmas Jekulo ini direncanakan akan mengudara (running) secara penuh pada 1 Januari 2027 mendatang setelah melalui tahap penataan akhir di sepanjang tahun 2026.
Sementara itu, Saiful Hadi membeberkan bahwa pengerjaan fisik saat ini hanya menyisakan pemasangan plafon sekitar 10 persen, pengerjaan lantai, serta pengecatan dinding.
"Seluruh material seperti keramik tipe Infinity dan cat sudah ready di lokasi. Kami optimis seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan tepat waktu sesuai standar spesifikasi Dinas PUPR," pungkas Saiful.