Perkokoh Karakter Generasi Muda, Dr. H. Musthofa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 2 Bae Kudus

14 September 2026


KUDUS, Kudusterkini.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. Musthofa, S.E., M.M., kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pelajar dan pendidik.

Kegiatan bernuansa edukatif dan interaktif ini dipusatkan di Aula SMA Negeri 2 Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 150 peserta yang terdiri atas siswa-siswi dan dewan guru SMA Negeri 2 Bae Kudus tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Dalam agenda tersebut, Dr. H. Musthofa bertindak sebagai keynote speaker, didampingi oleh Nur Afifudin, S.Pd., M.Pd. selaku narasumber pendamping, serta dipandu oleh Rini Mariani sebagai pembawa acara.

Saat menyampaikan paparan utamanya, Musthofa menegaskan pentingnya memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan landasan utama yang wajib menjiwai setiap penyelenggaraan pemerintahan, pembuatan kebijakan, hingga pola interaksi sosial antarwarga.

Sementara sebagai ideologi negara, lanjutnya, Pancasila berperan sebagai arah dan cita-cita bersama untuk menjawab gambaran karakter bangsa Indonesia di masa depan.

"Indonesia bercita-cita menjadi bangsa yang berketuhanan, menghargai kemanusiaan, menjaga persatuan, menjalankan demokrasi melalui musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial," ujar Musthofa.

Sesi diskusi berlangsung hidup ketika para siswa melemparkan berbagai pertanyaan strategis terkait dinamika kebangsaan dan kepemimpinan masa kini.

Salah satu siswi, Aurel Ayunda Liyana, mempertanyakan perbedaan mendasar antara Ideologi Pancasila dengan ideologi yang dianut oleh negara-negara lain di dunia.

Menjawab hal tersebut, Musthofa menerangkan bahwa kekuatan Pancasila terletak pada kemampuannya menyatukan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial dalam satu kesatuan yang utuh dan seimbang.

Siswa lain, M. Emil El Ghifari, turut menyampaikan kekhawatirannya mengenai relevansi semboyan Bhinneka Tunggal Ika di tengah maraknya perpecahan dan gesekan antar-Suku, Agama, dan Ras (SARA) di media sosial.

Musthofa menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika tetap sangat relevan karena mengajarkan bahwa perbedaan adalah kenyataan, sedangkan persatuan merupakan pilihan dan tanggung jawab bersama.

Guna menjaga persatuan tersebut, ia mengimbau generasi muda untuk menghargai perbedaan, menghentikan provokasi di media sosial, mengedepankan dialog, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam tindakan nyata.

Pada penghujung acara, menjawab pertanyaan Bulan Fajar Sabrani mengenai tips menjadi pemimpin sukses yang adaptif lintas zaman, Musthofa membagikan tiga kunci utama kehidupan.

"Jika ingin sukses, kita butuh tiga hal: disiplin untuk memulai, konsisten untuk bertahan, dan ideologi untuk menentukan arah. Tanpa ideologi kita kehilangan arah, tanpa disiplin kita tidak bergerak, dan tanpa konsistensi kita akan berhenti di tengah jalan," pungkasnya.