Percepat Sewa Aset Hingga Siapkan Shuttle Kereta Api, Pemkab Kudus dan PT KAI Daop 4 Semarang Matangkan Sinergi

Selasa, September 15, 2026





KUDUS, Kudusterkini.com — Pemerintah Kabupaten Kudus bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menggelar pertemuan strategis di Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa (15/9/2026). Pertemuan ini membahas optimalisasi aset PT KAI hingga rencana inovasi layanan transportasi bagi masyarakat Kudus.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyambut langsung kunjungan resmi dari pihak manajemen PT KAI Daop 4 Semarang. Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi tata kelola aset daerah dan perkeretaapian.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kudus didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Jumantoro. Hadir pula jajaran jajaran terkait untuk membahas sejumlah poin krusial yang menjadi agenda bersama.

Sementara itu, pihak PT KAI dipimpin langsung oleh Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 4 Semarang, M. Arie Fathurrohman. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan bahwa fokus utama pembicaraan adalah terkait efisiensi dan percepatan proses kerja sama penggunaan aset milik PT KAI yang ada di wilayah Kudus.

Salah satu poin penting yang ditegaskan Bupati adalah dorongan percepatan proses sewa-menyewa aset PT KAI yang dimanfaatkan oleh Rumah Sakit dr. Loekmono Hadi Kudus demi kelancaran pelayanan kesehatan.

"Pak Bupati tadi menyampaikan agar bisa lebih dipercepat proses sewa-menyewa dengan Rumah Sakit dr. Loekmono Hadi," ujar Sekda Kudus Eko Jumantoro saat ditemui usai pertemuan.

Selain aset rumah sakit, Pemkab Kudus dan PT KAI juga mendiskusikan percepatan izin skybridge serta penataan aset eks Stasiun Wergu. Pembahasan ini mencakup skema perpanjangan masa sewa aset investasi dari 5 tahun menjadi 25 tahun agar lebih proporsional bagi investor.

Pembahasan teknis penataan kawasan juga menyasar infrastruktur pendukung, salah satunya penataan drainase di lahan KAI. Selain itu, terdapat penyesuaian desain skybridge RSUD untuk menghindari tiang listrik di sekitar lokasi.

Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, M. Arie Fathurrohman, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Kudus. Ia menegaskan komitmen perusahaannya untuk selalu mendukung program daerah berbasis pemanfaatan aset publik.

"Pada prinsipnya kami tetap mendukung sinergi dengan pemerintah daerah terkait aset-aset yang kami miliki untuk kepentingan umum, khususnya di Kabupaten Kudus," kata Arie Fathurrohman.

Arie menambahkan bahwa PT KAI terbuka penuh apabila Pemkab Kudus ingin memanfaatkan aset-aset stasiun maupun lahan KAI demi mendukung dan menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.





Tak hanya soal aset, PT KAI Daop 4 Semarang juga membawa kabar baik terkait rencana pengembangan moda transportasi konektivitas bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Mengingat jalur kereta api di Kudus saat ini belum aktif, PT KAI merencanakan pengoperasian armada shuttle terintegrasi. Moda ini akan menghubungkan eks Stasiun Kudus langsung menuju stasiun aktif di Semarang.

Layanan shuttle terpadu tersebut rencananya akan dipusatkan dalam satu pintu (one-stop service). Melalui sistem ini, masyarakat Kudus nantinya dapat membeli tiket kereta api sekaligus menikmati integrasi angkutan shuttle.

"Proses perizinannya saat ini sedang diurus oleh kantor pusat. Mudah-mudahan di tahun depan layanan shuttle konektivitas ini sudah bisa beroperasi melayani masyarakat," pungkas Arie.

Sinergi antara Pemkab Kudus dan PT KAI Daop 4 Semarang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata, baik dalam penataan kota, pengembangan ekonomi UMKM, maupun peningkatan aksesibilitas transportasi publik.