KUDUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memperkuat sinergi strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna mengoptimalkan tata kelola aset daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah ini ditandai dengan jajaran pimpinan daerah Kudus yang menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari jajaran manajemen PT KAI Daop 4 Semarang.
Pertemuan penting tersebut berlangsung di area Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa (15/9/2026). Diskusi tatap muka ini dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Jumantoro, serta Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 4 Semarang, M. Arie Fathurrohman.
Pembahasan intensif ini berfokus pada kejelasan status hukum, optimalisasi pemanfaatan aset milik PT KAI yang berada di wilayah Kabupaten Kudus, hingga penataan infrastruktur penunjang di sekitarnya. Kedua belah pihak berkomitmen mencari titik temu terbaik agar keberadaan aset tidak terbengkalai dan memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Sekda Kudus Eko Jumantoro menjelaskan, salah satu poin utama pembicaraan adalah prospek kerja sama masa sewa aset eks Stasiun Wergu Kudus. Karena nilai investasi pengembangan kawasan tersebut tergolong besar, skema kerja sama jangka panjang kini tengah ditawarkan kepada calon investor.
Eko menyebut, skema sewa yang mulanya berdurasi 5 tahun dinilai kurang proporsional bagi pengembang. Oleh karena itu, PT KAI membuka peluang perpanjangan masa sewa hingga 25 tahun sesuai regulasi korporasi yang berlaku demi memberikan kepastian iklim investasi.
Selain masalah Stasiun Wergu, Pemkab Kudus dan PT KAI juga merembuk penggunaan aset tanah KAI yang selama ini dimanfaatkan untuk saluran drainase perkotaan. Sinergi ini diperlukan agar fungsi fasilitas umum dan tata ruang daerah tetap berjalan maksimal tanpa melanggar aturan penguasaan aset.
Tak kalah krusial, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mendorong percepatan proses kerja sama penataan kawasan pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah meminta agar kesepakatan sewa-menyewa lahan KAI yang terhubung dengan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dapat segera dituntaskan.
Proyek penghubung berupa bangunan skybridge di RSUD dr. Loekmono Hadi secara prinsip telah mendapat lampu hijau dari PT KAI. Namun, Pemkab Kudus dan PT KAI saat ini masih merampungkan penyusunan draf konsep perjanjian kerja sama formal.
Penyesuaian teknis masih dilakukan pada desain skybridge tersebut. Perubahan bentuk dan trase jalan miring dilakukan guna menghindari jalur kabel serta tiang listrik di sekitar lokasi pembangunan demi menjamin keamanan konstruksi.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi iktikad baik PT KAI yang terus membuka ruang komunikasi. Pemkab Kudus menyambut positif setiap langkah kolaborasi selama ditujukan untuk pemenuhan fasilitas publik serta optimalisasi pelayanan bagi warga Kudus.
Sam'ani menekankan bahwa koordinasi ini menjadi landasan penting agar pemanfaatan aset KAI di Kudus berjalan linear dengan rencana tata ruang dan pembangunan daerah. Ia berharap seluruh proses legalitas dapat diselesaikan dengan cepat dan transparan.
Sementara itu, EVP PT KAI Daop 4 Semarang M. Arie Fathurrohman menegaskan bahwa agenda kedatangan pihaknya merupakan bentuk silaturahmi sekaligus penegasan komitmen KAI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah di wilayah operasionalnya.
Arie menyampaikan bahwa KAI terbuka penuh untuk memanfaatkan aset-aset yang dimiliki demi kepentingan umum. Segala bentuk kerja sama yang disepakati akan diselaraskan dengan aturan hukum serta regulasi tata daerah setempat.
Terkait dengan kontrak kerja sama aset yang sudah dan sedang berjalan, Arie memastikan seluruh prosesnya tetap berlanjut. Pertemuan ini difokuskan untuk menjaga keberlangsungan (sustainability) serta memperkuat sinergi yang telah terbangun.
Ia juga menambahkan, PT KAI memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi ekonomi daerah, termasuk pelibatan sektor UMKM di Kudus sesuai dengan aturan serta peran fungsi masing-masing lembaga.
Di samping persoalan aset tanah dan bangunan, PT KAI Daop 4 Semarang membeberkan rencana inovasi pelayanan transportasi baru untuk masyarakat Kudus. KAI berencana menghadirkan konektivitas layanan angkutan terpadu berupa shuttle bus.
Layanan shuttle bus ini nantinya diproyeksikan untuk menghubungkan wilayah Kudus langsung ke stasiun kereta api aktif di Semarang. Mengingat jalur rel di Kudus saat ini sudah tidak beroperasi, moda ini hadir sebagai jembatan integrasi transportasi penumpang.
Menariknya, lokasi eks Stasiun Kudus direncanakan bakal difungsikan sebagai titik kumpul (hub) terpadu. Masyarakat kelak dapat melakukan pembelian tiket kereta api sekaligus mengakses armada shuttle bus secara terpadu di satu pintu (one-stop service).
Saat ini, PT KAI bersama kantor pusat masih mengurus proses perizinan dan pengkajian teknis operasional shuttle bus tersebut. Layanan terintegrasi ini ditargetkan mulai beroperasi dan dapat dinikmati oleh warga Kudus pada tahun depan.