KUDUS, Kudusterkini.com – Suasana duka menyelimuti Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa pagi (29/9/2026). Setelah lebih dari dua pekan berada dalam ketidakpastian akibat tragedi kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8, jenazah Muhammad Adam Assegaf (19) akhirnya berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke kampung halamannya.
Peti jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 09.10 WIB menggunakan armada ambulans. Kedatangan jenazah disambut Isak tangis histeris dari pihak keluarga dan kerabat yang telah menanti kepastian kondisi korban sejak berita musibah itu menyebar.
Sebelum sampai di Kudus, jenazah Adam terlebih dahulu diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Perjalanan kemudian dilanjutkan via jalur darat menuju rumah keluarga di Desa Demangan dengan pengawalan ketat.
Adam berhasil teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) setelah melalui serangkaian proses pencocokan data forensik yang memakan waktu cukup panjang. Berdasarkan laporan medis, jenazah nomor PM 047 dinyatakan identik secara sah dengan data AM 077/AM 044 Jateng/AM 029 JT atas nama Muhammad Adam Assegaf.
Proses identifikasi tersebut berhasil dipastikan melalui pemeriksaan sekunder. Tim DVI mencocokkan data medis serta properti terakhir yang dikenakan korban saat peristiwa naas di perairan Laut Jawa itu terjadi.
Kakak kandung korban, Muhammad Rifa’i, mengungkapkan perasaan campur aduk yang dirasakan pihak keluarga saat menerima kedatangan jenazah adiknya. Di satu sisi mereka terpukul atas kepulangan Adam dalam keadaan tidak bernyawa, namun di sisi lain ada rasa lega karena penantian panjang telah usai.
"Senang campur sedih. Kami berharap Yusuf juga secepatnya ditemukan, supaya bisa melihat dan memastikan kakak saya," ujar Rifa’i saat ditemui di rumah duka.
Yusuf Fahrizal merupakan kakak kandung Adam yang juga ikut menjadi korban dalam tragedi KM Virgo Transport 8 tersebut. Hingga saat ini, nama Yusuf masih terdaftar dalam manifes penumpang dan keberadaannya belum berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan.
Rifa’i menceritakan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak merasakan firasat buruk sebelum kedua saudaranya itu pamit meninggalkan rumah untuk bekerja. Baik Adam maupun Yusuf berpamitan seperti biasa tanpa ada tanda-tanda khusus.
"Tidak ada firasat sama sekali. Pamitnya hanya kerja," kata Rifa’i dengan nada suara bergetar menahan duka.
Dalam kesehariannya, Adam bekerja sebagai kernet ekspedisi dan mendampingi sang kakak, Yusuf, yang bertindak sebagai sopir armada pengangkut barang. Keduanya bertolak meninggalkan Kudus menuju lokasi tujuan pada Jumat (11/9/2026).
Sehari setelah keberangkatan, tepatnya pada Sabtu (12/9/2026), Yusuf sempat melakukan panggilan video (video call) dengan keluarga di Kudus untuk mengabarkan kondisi perjalanan mereka. Namun, itu menjadi komunikasi terakhir lantaran KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026).
Guna membantu percepatan proses pencarian dan identifikasi, Rifa’i sendiri sempat menginap di Banjarmasin selama sepuluh hari. Selama di sana, ia terus memantau perkembangan operasi SAR dan menyerahkan sampel DNA serta data medis pendukung kepada tim DVI.
Kepergian Adam menyisakan duka mendalam karena almarhum diketahui tengah menyusun rencana masa depannya. Rifa’i mengungkapkan bahwa adik bungsunya itu baru saja melangsungkan prosesi ikatan pertunangan dengan sang kekasih yang bernama Risma.
"Kalau menikah belum tahu tepatnya, tapi insyaallah tahun depan. Baru saja melakukan ikatan," kenang Rifa’i.
Setelah disemayamkan sebentar di rumah duka untuk penghormatan terakhir, pihak keluarga langsung menyelenggarakan prosesi pemakaman. Jenazah almarhum Adam dimakamkan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ploso, Kudus.
Lokasi peristirahatan terakhir Adam diputuskan berada tepat di samping makam almarhum ayahnya. Pilihan tersebut diambil atas kesepakatan keluarga besar yang mayoritas bermukim di kawasan Ploso.
Terkait perihal hak-hak korban, pihak keluarga mengaku hingga saat ini belum menerima informasi resmi mengenai skema santunan dari pengelola KM Virgo Transport 8. Komunikasi yang terjalin sejauh ini masih sebatas pembaruan proses identifikasi dan penanganan kepulangan jenazah.
Kepulangan Adam menjadi kepastian penutup bagi pencarian almarhum, sekaligus menambah daftar korban asal Kudus yang berhasil diidentifikasi setelah sebelumnya jenazah Riski Ananta Agusena (23) juga terkonfirmasi DVI. Namun duka keluarga Adam belum sepenuhnya surut, sebab mereka masih menggantungkan harapan agar keberadaan Yusuf Fahrizal dapat segera terungkap.