KUDUS, Kudusterkini,com - Kepala SMP Negeri 3 Kudus, Sunaryo, menyampaikan apresiasi mendalam atas torehan prestasi luar biasa yang diraih oleh tim futsal putra dan putri sekolahnya dalam ajang Indonesian Independence Futsal League (IFL) 2026. Pertandingan penutup dan penyerahan piala yang penuh kemeriahan tersebut berlangsung di halaman SMPN 3 Kudus pada Selasa, 1 September 2026.
Keberhasilan besar diraih oleh tim futsal putra SMPN 3 Kudus yang sukses menyabet gelar Juara 1 setelah tampil dominan sepanjang turnamen tahunan tersebut. Kemenangan ini mempertegas status SMPN 3 Kudus sebagai salah satu kekuatan utama kompetisi futsal antar-pelajar di tingkat daerah.
Kebahagiaan tim putra semakin lengkap berkat penampilan individu yang sangat impresif dari salah satu pemain andalannya, Boy Simanjuntak. Pemain bertalenta ini borong dua penghargaan individu sekaligus, yakni sebagai Pemain Terbaik (Best Player) dan Pencetak Gol Terbanyak (Top Scorer) turnamen.
Sementara itu, tim futsal putri SMPN 3 Kudus juga mengukir prestasi membanggakan dengan mengamankan posisi runner-up. Hasil tersebut diraih setelah perjuangan sengit di babak final yang menguras energi serta mental para pemain.
Sunaryo menegaskan bahwa pencapaian posisi kedua untuk tim putri merupakan raihan yang amat maksimal dan sangat disyukuri oleh pihak sekolah. Pasalnya, beberapa pemain inti tim putri tidak diturunkan dalam gelaran IFL kali ini demi strategi jangka panjang.
Para pemain inti tersebut sengaja diistirahatkan agar dapat fokus melakoni persiapan intensif menghadapi ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan bergulir pada 8 September 2026 mendatang.
Tantangan bagi tim putri SMPN 3 Kudus di turnamen IFL ini juga tergolong sangat berat karena faktor perbedaan usia pesaing. Sebagian besar lawan yang dihadapi oleh Srikandi SMPN 3 Kudus merupakan tim dari jenjang SMA/MA yang masuk dalam kategori umur U-18.
Meski harus menghadapi lawan-lawan yang secara usia dan fisik lebih senior, para pemain putri SMPN 3 Kudus tetap mampu menunjukkan perlawanan gigih serta daya juang yang tinggi di atas lapangan.
Kerja keras tim putri pun berbuah manis dengan terpilihnya salah satu penggawanya, Elora Zanuba Chofsah, sebagai Pemain Terbaik (Best Player) kategori putri. Gelar ini menjadi bukti kualitas individu siswa SMPN 3 Kudus yang mampu bersaing di level tinggi.
Sunaryo menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kedisiplinan latihan serta dukungan penuh dari seluruh warga sekolah, mulai dari para guru, pelatih, hingga rekan-rekan siswa.
Turnamen Indonesian Independence Futsal League (IFL) sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajang IFL ini dirancang khusus untuk mewadahi minat dan bakat para pelajar di bidang olahraga futsal, sekaligus memupuk jiwa sportivitas sejak dini.
Pihak sekolah berharap piala dan penghargaan yang diraih dalam IFL 2026 ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Sunaryo juga berharap turnamen IFL dapat terus bergulir konsisten setiap tahunnya sebagai wadah pembinaan atlet-atlet muda berbakat di daerah.
Ke depannya, SMPN 3 Kudus berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam IFL dan bertekad untuk selalu mempertahankan serta meningkatkan raihan gelar terbaik di setiap edisi mendatang.