KUDUS, Kudusterkini.com – Produk lokal, kreativitas pelaku usaha, dan geliat ekonomi masyarakat Kudus kembali mendapat panggung. Pekan Raya Kudus 2026 resmi dibuka sebagai ruang temu antara pelaku UMKM dengan masyarakat, sekaligus menjadi etalase utama untuk memamerkan berbagai potensi unggulan daerah.
Sejak sore hari, antusiasme masyarakat untuk menyambut ajang tahunan ini sudah terlihat jelas di lokasi acara. Warga dari berbagai sudut kota mulai berdatangan untuk menyaksikan dari dekat semarak gelaran pameran terbesar di Kabupaten Kudus tersebut.
Salah satu warga yang hadir, Dody, mengaku sengaja datang lebih awal untuk melihat-lihat suasana pameran. Ia memboyong keluarganya untuk bersantai sekaligus berburu aneka kuliner menarik yang dijajakan para peserta pameran.
"Saya datang lebih awal bersama keluarga untuk melihat-lihat suasana dan membeli jajanan di stan-stan yang ada. Pilihannya sangat banyak dan beragam," ujar Dody saat ditemui di sela-sela kegiatannya berburu kuliner lokal.
Atmosfer semarak ini didukung oleh kehadiran total 150 tenda UMKM yang berderet rapi memenuhi area pameran. Ratusan stan tersebut menyajikan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kriya, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Kendati demikian, dinamika lapangan sempat terjadi beberapa saat sebelum prosesi pembukaan resmi dimulai. Suasana persiapan sempat diwarnai insiden mati lampu yang memadamkan aliran listrik di beberapa lapak pedagang.
Meski sempat memicu kepanikan kecil di kalangan peserta dan pengunjung, kendala teknis pemadaman listrik tersebut tidak memadamkan semangat warga yang terus berdatangan. Pihak panitia pun bergerak cepat mengatasi masalah tersebut sehingga rangkaian acara dapat kembali berjalan lancar.
Prosesi pembukaan Pekan Raya Kudus 2026 kemudian ditandai dengan pembacaan sambutan resmi dari Wakil Bupati Kudus, Bellinda Sabrina Birton. Dalam kesempatan tersebut, sambutan Wakil Bupati dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asisten 2) Sekda Kudus, Drs. Jadmiko Muhardi Setiyanto.
Melalui sambutan yang disampaikan Drs. Jadmiko Muhardi Setiyanto, Wakil Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran ini. Event ini dinilai menjadi instrumen vital dalam mempromosikan produk lokal Kudus ke tingkat yang lebih luas.
“Pekan Raya Kudus menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan masyarakat untuk mengenalkan berbagai potensi dan kreativitas lokal Kabupaten Kudus,” kata Jadmiko saat membacakan amanat Wakil Bupati Bellinda.
Lebih lanjut disampaikan, Kabupaten Kudus tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor industri kretek, wisata religi, budaya, kuliner, dan wisata alam saja. Di balik nama besar potensi-potensi tersebut, terdapat ribuan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang terus tumbuh dinamis.
Potensi yang tersebar di masyarakat tersebut dinilai menjadi fondasi dan bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, hadirnya wadah seperti Pekan Raya Kudus dipandang sangat krusial.
Keberadaan ruang promosi semacam ini dinilai efektif membantu para pelaku usaha memperluas jangkauan pasar mereka. Selain mengenalkan produk baru, ajang ini juga membuka peluang besar bagi peningkatan volume transaksi secara langsung.
Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan secara konsisten. Fokus utamanya mencakup pengembangan UMKM, sektor ekonomi kreatif, pedagang kaki lima (PKL), serta berbagai unit usaha masyarakat lainnya.
“Harapannya, Pekan Raya Kudus dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” lanjut Jadmiko meneruskan pesan Bellinda.
Tidak hanya memberikan dorongan kepada para pelaku usaha, Pemkab Kudus juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam ajang ini. Warga diharapkan tidak sekadar hadir untuk meramaikan pameran, tetapi betul-betul berkontribusi menghidupkan ekonomi lokal.
Langkah konkret yang diharapkan dari masyarakat adalah dengan mencintai, membeli, dan bangga menggunakan produk-produk UMKM lokal yang dipasarkan selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, para pelaku UMKM yang berpartisipasi diminta memanfaatkan momentum pameran ini secara maksimal. Mereka didorong untuk selalu menampilkan produk-produk dengan kualitas terbaik dan menjaga standar pelayanan.
"Setiap pelanggan dilayani dengan ramah agar pengalaman berbelanja semakin berkesan bagi para pengunjung," tuturnya mengutip amanat sambutan tersebut.
Selain fokus pada transaksi ekonomi dan promosi produk, kemeriahan pameran ini juga diiringi dengan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum dan kebersihan lingkungan selama pameran berlangsung.
Pengunjung maupun peserta pameran diimbau keras untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama memelihara keasrian lokasi acara. “Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kudus tidak hanya bangga terhadap produk dan potensi daerahnya, tetapi juga peduli terhadap ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan,” tutupnya.