Gebyar Hari Jadi Kudus 2026: 680 Penari Siap Unjuk Gigi dalam Tari Lajur Caping Kalo Kolosal Pemecah Rekor MURI

Kamis, September 24, 2026


KUDUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mematangkan berbagai persiapan istimewa guna menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kota Kudus tahun 2026. Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah pagelaran kesenian kebudayaan berskala kolosal.

Dalam momen bersejarah tahun ini, Pemkab Kudus siap menyuguhkan pertunjukan spektakuler berupa Tari Lajur Caping Kalo. Pentas budaya berskala besar ini dihadirkan khusus untuk memanjakan mata seluruh lapisan warga masyarakat yang hadir.

Tidak tanggung-tanggung, ajang seni budaya ini bakal melibatkan sebanyak 680 penari yang terbagi ke dalam 136 kelompok penari terpadu. Seluruh penari dipastikan bakal bergerak secara harmonis dalam satu panggung terbuka yang megah.

Pergelaran masif ini digadang-gadang bukan sekadar pementasan biasa, melainkan diusung dengan misi besar di tingkat nasional. Pemkab Kudus secara resmi menargetkan pertunjukan ini untuk mengukir sejarah baru dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sesuai dengan jadwal resmi yang telah dirilis, pementasan Tari Lajur Caping Kalo kolosal ini akan diselenggarakan pada Sabtu pagi, 26 September 2026. Masyarakat diimbau untuk memadati lokasi lebih awal agar dapat menyaksikan momen megah tersebut.

Rute pergerakan para penari dirancang sangat atraktif dan dinamis untuk memberikan pengalaman visual terbaik. Rombongan ratusan penari akan memulai aksinya dari Halaman Pendapa Kabupaten Kudus menuju area depan Air Mancur Kantor Bupati Kudus.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengonfirmasi bahwa pergelaran ini murni melibatkan partisipasi aktif lintas elemen masyarakat lokal. Semangat kebersamaan menjadi ruh utama dalam susunan formasi penari.

Para peserta yang terlibat mencakup gabungan dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah, anggota komunitas masyarakat umum, hingga jajaran pegawai instansi. Sebagian besar penari merupakan peserta yang sebelumnya telah berlaga dalam ajang kompetisi tari daerah.

"Para pesertanya merupakan perpaduan dari kalangan pelajar, umum, serta para pegawai Pemkab yang sebelumnya telah mengikuti babak perlombaan," jelas Abdul Halil saat memberikan keterangan resmi pada Rabu (23/9/2026).

Abdul Halil menegaskan bahwa pemilihan Tari Lajur Caping Kalo bukan tanpa alasan yang kuat. Pilihan ini menjadi strategi kebudayaan yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan identitas warisan leluhur Kudus ke panggung publik yang lebih luas.

Caping Kalo sendiri dikenal luas sebagai aksesoris penutup kepala tradisional khas yang amat lekat dengan jati diri serta sejarah busana adat Kudus. Pengangkatannya ke dalam tarian kolosal menjadi bentuk penghormatan atas kearifan lokal daerah.

Melalui kemasan tari kolosal ini, unsur seni tradisi lokal diposisikan sebagai mahkota utama dalam setiap alur perayaan Hari Jadi Kudus. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhurnya.

Halil berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus tahun ini tidak berhenti sebagai momen seremonial pemerintahan belaka. Pihaknya berupaya keras menjadikan agenda ini sebagai ruang pesta rakyat yang dapat dinikmati secara terbuka oleh semua orang.

"Harapan kami masyarakat bisa ikut bersuka cita dan berbahagia dengan tersedianya hiburan serta agenda kegiatan yang telah dirancang. Mari ikut menyaksikan dan merasakan kegembiraan bersama," ungkapnya penuh antusias.


Selain pertunjukan seni tradisional, Pemkab Kudus juga menyiapakan porsi hiburan modern yang tak kalah meriah. Sebuah panggung hiburan rakyat megah telah disiapkan berdiri di pusat keramaian Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Sebagai informasi, sebelum memasuki puncak atraksi tari kolosal pada Sabtu mendatang, rangkaian Hari Jadi Kudus telah dibuka dengan nuansa religi yang khusyuk. Kegiatan diawali dengan Tahlil Massal dan Khotmil Qur’an pada Selasa (22/9/2026).

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Apel Hari Jadi di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu (23/9/2026) pagi. Pada hari yang sama, jajaran pejabat daerah juga melakukan prosesi ziarah ke makam tujuh Bupati Kudus terdahulu di kompleks Sedo Mukti.

Kemeriahan peringatan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (26/9/2026) malam usai pementasan tari kolosal. Panggung hiburan rakyat dipastikan makin semarak dengan hadirnya bintang tamu nasional, yakni penampilan grup musik Charly and Band serta Guyon Waton.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menegaskan filosofi di balik besarnya keterlibatan warga dalam perayaan tahun ini. Ia menyebut perayaan hari jadi dirancang penuh sebagai pesta rakyat seutuhnya.

"Perayaan Hari Jadi ini bukanlah milik atau perayaan para pejabat belaka, melainkan pesta milik seluruh warga masyarakat Kabupaten Kudus tanpa terkecuali," tegas Eko Djumartono menyuarakan semangat kebersamaan.