Kudus, Kudusterkini.com - Polres Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan angka literasi digital di kalangan pelajar melalui pendekatan modern. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa tingkat SMA dan sederajat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Program inovatif ini digagas tidak sekadar untuk mengenalkan perkembangan teknologi terkini kepada generasi muda. Lebih dari itu, jajaran kepolisian berniat membekali para siswa agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak sekaligus jeli menangkal ancaman kejahatan siber.
Pelatihan literasi berbasis AI tersebut telah dilaksanakan secara maraton di sejumlah sekolah di wilayah Kudus. Pada pelaksanaan terbaru, kegiatan dipusatkan di SMK Wisuda Karya Kudus dan sukses menggaet antusiasme sebanyak 488 siswa.
Dalam sesi pelatihan tersebut, ratusan peserta tidak hanya disuguhkan materi teori mengenai perkembangan dunia kecerdasan buatan. Para siswa diajak mempraktikkan langsung penerapan teknologi AI menggunakan platform edukasi interaktif bernama Senopati Academy.
Platform Senopati Academy dirancang khusus untuk menyediakan ragam materi pembelajaran interaktif bagi pelajar. Fitur di dalamnya mencakup kuis seru, pengenalan dasar AI, hingga modul simulasi kasus kriminalitas yang kerap marak di ruang siber.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasat Binmas AKP I Kadek Dwi P Putra menjelaskan bahwa Senopati Academy merupakan terobosan asli buatan institusi Polri. Platform ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran aman agar siswa mengenal AI secara bertanggung jawab.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif mulai dari pemahaman pengertian dasar, mekanisme kerja sistem kecerdasan buatan, hingga teknik pemanfaatannya. Para siswa diajarkan cara memanfaatkan AI guna menunjang produktivitas dan tugas-tugas sekolah harian.
Tak kalah penting, AKP I Kadek Dwi menekankan bahwa para peserta pelatihan juga dibekali keterampilan membuat perintah atau prompt secara efektif. Kemampuan merumuskan prompt yang presisi menjadi kunci utama dalam memaksimalkan penggunaan AI untuk proses pembelajaran.
Selain menyentuh aspek keterampilan teknis, kepolisian menempatkan etika penggunaan teknologi sebagai salah satu pilar materi paling krusial. Pemahaman etika diberikan agar teknologi kecerdasan buatan tidak disalahgunakan untuk tindakan manipulatif yang merugikan publik.
Pendekatan edukasi kejahatan digital dikemas secara menarik melalui metode narasi interaktif yang menceritakan kehidupan tokoh fiksi. Dalam jalan cerita tersebut, para siswa dihadapkan langsung pada simulasi ancaman riil seperti modus penipuan hingga pencurian identitas.
Melalui simulasi studi kasus tersebut, para siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Mereka diminta menentukan langkah taktis untuk menangkal berbagai modus manipulasi siber yang berbasis teknologi AI.
Keunggulan lain dari platform Senopati Academy terletak pada ketersediaan fitur interaktif pendukung karier. Platform ini menyediakan simulasi tes bahasa internasional seperti IELTS dan TOEFL guna membantu siswa mengukur kemampuan akademik mereka.
Siswa juga memanfaatkan platform ini untuk mengeksplorasi potensi diri serta menyusun rencana masa depan secara terarah. Fitur pendukung ini memberikan gambaran informasi seputar dunia perkuliahan, peluang kerja, hingga pengembangan bakat individu.
Polres Kudus menaruh harapan besar agar pelatihan AI berkelanjutan ini mampu melahirkan generasi muda yang adaptif sekaligus kritis. Pelajar Kudus diharapkan tidak mudah termakan hoaks serta selalu waspada terhadap segala bentuk peretasan di dunia maya.
Inisiatif kepolisian dalam menggelar pelatihan ini mendapat sambutan amat positif dari para peserta di SMK Wisuda Karya Kudus. Salah satu siswa peserta pelatihan, Abiprya, mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sangat bermanfaat terkait pemanfaatan AI.
Abiprya menilai bahwa pemahaman mendalam mengenai kecerdasan buatan sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi pelajar zaman sekarang. Ia merasa lebih siap dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Melalui pembekalan intensif ini, Abiprya optimistis dapat menerapkan keterampilan AI untuk mendukung kegiatan belajarnya. Ia juga berkomitmen untuk lebih waspada dan membentengi diri dari berbagai modus kejahatan serta penipuan di platform digital.