KUDUS, Kudusterkini.com — Pemerintah Kabupaten Kudus mengambil langkah nyata dalam mengencarkan program penghijauan di sepanjang kawasan perkotaan. Di bawah komando langsung kepala daerah, Pemkab Kudus berkomitmen melakukan aksi penanaman sedikitnya 50 batang pohon baru di berbagai ruas jalan protokol setiap hari Jumat.
Langkah hijau ini dijalankan secara konsisten guna mengganti tanaman yang telah mati sekaligus memperluas ruang terbuka hijau daerah. Program revitalisasi lingkungan ini menyasar jalur-jalur utama yang membutuhkan peneduh alami untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menginstruksikan jajarannya agar aksi penanaman modal ekologis ini tidak sekadar seremonial belaka. Kegiatan penanaman pohon terjadwal ini dilaksanakan secara teknis melalui sinergi intensif bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.
Sasaran lokasi difokuskan pada kawasan jalan umum yang vegetasinya mulai berkurang, serta titik-titik lingkungan yang pohon sebelumnya dilaporkan mati atau mengalami kerusakan fisik. Langkah penyulaman ini diambil agar fungsi peneduh jalan dapat kembali optimal secara merata.
"Setiap hari Jumat kami perintahkan secara tegas kepada PKPLH untuk turun menanam pohon, jumlahnya minimal 50 pohon. Tanaman yang sudah mati, mengering, atau rusak langsung kita sulami dengan bibit baru," tegas Bupati Sam’ani saat memberikan keterangan, Jumat (25/9/2026).
Dalam pemilihan vegetasi, pemerintah daerah tidak sembarangan memilih jenis tanaman yang akan ditanam di tepi jalan. Bupati Sam’ani membeberkan bahwa jenis pohon yang dipilih untuk program penghijauan ini dominan menggunakan bibit pohon pulai dan tabebuya.
Pemilihan kedua jenis pohon peneduh tersebut telah melalui pertimbangan teknis serta karakteristik pertumbuhan tanaman yang matang. Karakter sistem perakaran pohon pulai dan tabebuya dinilai relatif ramah lingkungan sehingga tidak berpotensi merusak struktur badan jalan maupun fasilitas trotoar di sekitarnya.
Sam’ani menekankan bahwa tugas jajarannya tidak berhenti hanya pada proses menanam bibit di tanah. Tanaman yang telah ditanam wajib mendapatkan perawatan berkala agar dapat tumbuh kembang dengan sempurna serta memberikan dampak ekologis yang nyata bagi masyarakat luas.
Aksi penanaman pohon ini diintegrasikan langsung ke dalam pilar penataan tata ruang kota yang berkelanjutan. Penambahan vegetasi di sepanjang jalan umum diharapkan mampu memperkuat fungsi ruang terbuka hijau serta memperbaiki sirkulasi udara di kawasan padat lalu lintas.
"Penghijauan di sepanjang jalan itu sangat penting untuk menciptakan keasrian dan pengayom jalan, sekaligus memperkuat sirkulasi udara bersih. Ketika volume kendaraan membuang gas emisi CO2, pohon-pohon inilah yang bekerja menyerapnya," tutur Bupati Sam’ani.
Komitmen penghijauan ini juga diperluas hingga ke ranah internal birokrasi Pemkab Kudus. Bupati Sam’ani mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk secara aktif ikut menanam pohon di lingkungan halaman kantor instansi masing-masing.
Menariknya, pasokan bibit pohon yang digunakan dalam aksi penyulaman ini tidak sepenuhnya bersumber dari anggaran proyek pengadaan khusus APBD. Sebagian besar bibit tanaman berkualitas tersebut justru berasal dari bentuk partisipasi dan sumbangan swadaya masyarakat Kudus.
"Bibit-bibit ini mengalir dari partisipasi warga yang berhasil dikumpulkan sewaktu momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus maupun perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia lalu," beber Bupati Sam’ani penuh apresiasi.
Di sisi lain, Bupati Sam’ani secara terbuka merespons berbagai kritik dan saran dari warga net yang sempat ramai membicarakan tata letak posisi penanaman pohon di media sosial. Ia menyikapi dinamika tersebut secara positif sebagai masukan konstruktif untuk evaluasi kinerja pemerintah daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas setiap kritikan dan masukan jujur dari masyarakat. Jika memang dalam pelaksanaannya terdapat kekeliruan tata letak, tentu langsung kita perbaiki dan tata ulang sesuai aturan," jelasnya bijak.
Mengenai kekhawatiran sebagian warga terkait potensi kerusakan fisik trotoar akibat pertumbuhan akar, Sam’ani menjamin penyesuaian lapangan akan terus dilakukan. Jika di kemudian hari tanaman dinilai mengganggu keselamatan atau infrastruktur jalan, pemerintah siap melakukan pemangkasan serta penataan secara berkala.
Dukungan penuh terhadap program penanaman ini turut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hari Wibowo. Ia menegaskan penanaman pohon peneduh ini bertujuan menciptakan koridor jalan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
"Aksi penanaman ini bertujuan menghijaukan kawasan, menyehatkan lingkungan, sekaligus menghadirkan peneduh alami. Pengguna jalan di Kudus bukan hanya pengendara sepeda mobil atau motor, melainkan ada banyak pejalan kaki yang membutuhkan kenyamanan," ujar Hari Wibowo.
Hari menyadari betul pentingnya akselerasi penghijauan seiring laju pesat Kabupaten Kudus yang terus berkembang sebagai pusat industri tekstil dan rokok di Jawa Tengah. Kehadiran pohon peneduh di bahu jalan menjadi benteng utama penyedia oksigen murni serta pemfilter polusi udara industri.
Sebagai langkah penutup yang terintegrasi, kegiatan penanaman pohon setiap Jumat ini juga disinergikan dengan aksi pembersihan saluran drainase kota secara serentak. Pola kerja terpadu ini diharapkan mampu menjaga keasrian lingkungan perkotaan Kudus sekaligus mencegah potensi genangan air jelang musim penghujan.