KUDUS, Kudusterkini.com – Batas usia tidak menjadi penghalang, melainkan pemacu semangat membara bagi Kuswari untuk tampil habis-habisan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang. Atlet gulat andalan Kabupaten Kudus berusia 29 tahun ini menegaskan bahwa ajang multievent tingkat provinsi tersebut bakal menjadi kesempatan terakhirnya untuk mempersembahkan medali emas.
Dalam gelaran olahraga terbesar se-Jawa Tengah tersebut, Kuswari dijadwalkan turun bertanding di kelas 86 kilogram Gaya Bebas Putra. Partisipasinya mendatang sekaligus mencatatkan penampilan ketiganya sepanjang karir sebagai pegulat profesional di ajang Porprov.
Mengingat batasan usia maksimal untuk kategori yang diikutinya dipatok 30 tahun, Kuswari merasa momentum ini sangat krusial. Pada Porprov 2023 lalu, ia harus puas membawa pulang medali perak, sehingga kali ini ia bertekad kuat untuk naik ke podium tertinggi.
“Ini adalah kesempatan terakhir saya untuk ikut gulat di ajang Porprov. Oleh karena itu, target pribadi saya tidak boleh tawar-menawar, harus meraih medali emas, insyaallah,” ujar Kuswari penuh optimisme saat ditemui di sela-sela kesibukannya.
Demi meretas jalan menuju medali emas, persiapan intensif telah dijalaninya dengan melakoni latihan rutin hingga enam kali dalam sepekan. Namun, di balik semangat tinggi tersebut, Kuswari tak menampik tantangan besar yang harus dihadapi dalam membagi waktu antara rutinitas latihan dan pekerjaan utamanya.
Menurut Kuswari, mengandalkan menu latihan bersama tim saja tidak akan cukup untuk menumbangkan lawan-lawan tangguh dari daerah lain. Setiap atlet dituntut memiliki kesadaran tinggi untuk menambah porsi latihan mandiri demi mengasah ketahanan fisik serta kedalaman teknik bertanding.
“Jujur, tantangan terberat saya saat ini adalah membagi waktu antara jadwal kerja dan jadwal latihan. Tapi sebagai konsekuensi target, saya harus tetap pandai mengaturnya agar keduanya berjalan seimbang,” ungkapnya.
Saat ini, ia mengkalkulasi tingkat kesiapan fisik dan mentalnya baru menyentuh angka sekitar 75 persen. Angka tersebut mendorongnya untuk makin mendongkrak porsi latihan, apalagi persaingan di kelas 86 kilogram diprediksi bakal berlangsung sangat sengit.
Kuswari memetakan bahwa deretan pesaing berat yang patut diwaspadai rata-rata berasal dari daerah yang memiliki sistem pembinaan atlet sangat kuat. Banyak di antara lawan yang akan dihadapi merupakan atlet jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Tengah di Semarang.
“Peta persaingan dan lawan-lawan sepertinya makin berat dibanding edisi sebelumnya. Tidak ada jalan lain bagi saya selain terus menambah intensitas dan porsi latihan,” kata atlet senior ini mempertegas strateginya.
Bagi Kuswari, ambisi merebut medali emas ini bukan sekadar mengejar gengsi, melainkan bentuk penyempurnaan dedikasi. Sebagai salah satu sosok paling senior di skuat gulat Kudus, ia berhasrat memberikan peninggalan manis berupa prestasi tertinggi sebelum gantung matras dari panggung Porprov.
“Faktor usia justru menjadi penyemangat terbesar saya saat ini. Karena ini adalah kesempatan yang terakhir, maka semuanya harus dilakukan secara maksimal tanpa ada penyesalan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab PGSI Kabupaten Kudus yang juga bertindak sebagai pelatih gulat, Drh. Aris Suharto, memastikan seluruh persiapan tim terus dimaksimalkan. Sebanyak 14 atlet gulat terbaik Kudus dipastikan siap diterjunkan untuk mengarungi persaingan Porprov mendatang.
Aris menjelaskan bahwa program latihan dipusatkan penuh mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB setiap harinya dengan memberikan satu hari istirahat di hari Selasa. Secara keseluruhan, grafik kesiapan tim gulat Kudus diklaim telah mencapai kisaran 80 persen.
“Kami terus mengupayakan hasil semaksimal mungkin. Sejak memasuki bulan Agustus, frekuensi latihan tim sudah kami tingkatkan menjadi enam kali dalam seminggu,” jelas Aris saat memaparkan perkembangan anak asuhnya.
Seluruh jajaran atlet telah digembleng dalam pemusatan latihan atau training center terpadu yang dimulai sejak Juni 2026. Fokus program meliputi penguatan teknik matras, peningkatkan daya tahan dan kebugaran fisik, hingga latihan beban (weight training).
Dalam ajang ini, Kontingen Kudus bakal bertarung pada tiga nomor utama, yaitu Gaya Bebas Putra, Gaya Bebas Putri, serta Greco-Roman Putra. Adapun komposisi atlet yang diboyong memiliki rentang usia yang cukup ideal, yakni mulai dari 17 hingga 30 tahun.
Pengalaman menjadi salah satu keunggulan tim Kudus, sebab mayoritas atlet yang diterjunkan merupakan alumnus Porprov 2023, bahkan dua di antaranya tercatat pernah mencicipi ketatnya persaingan di level Pekan Olahraga Nasional (PON).
Mengenai peta kekuatan lawan, Aris memprediksi ancaman terberat akan datang dari kontingen Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki kesinambungan pembinaan dan kedalaman skuad atlet yang sangat merata.
Kendati demikian, Pengcab PGSI Kudus tidak gentar dan tetap memasang target tinggi dengan mengincar total empat medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu. Kuswari bersama tiga pegulat andalan lainnya diproyeksikan menjadi tumpuan utama dalam menyumbang medali emas bagi Kota Kretek.
“Empat nomor andalan emas kami ada di Gaya Bebas Putra kelas 125 kg, Gaya Bebas Putri kelas 68 kg, Greco-Roman Putra kelas 87 kg, dan Gaya Bebas Putra kelas 86 kg yang diikuti Kuswari. Namun yang pasti, semua nomor tetap kami targetkan pulang membawa medali,” pungkas Aris optimis.