Sasar Top 30 Idea Jateng 2026, Kudus Andalkan SIMPAD GEO untuk Modernisasi Pajak Daerah

03 Juni 2026


KUDUS,  Pemerintah Kabupaten Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi digital di sektor pelayanan publik. Langkah strategis ini dibuktikan dengan keikutsertaan daerah tersebut dalam ajang bergengsi tingkat Provinsi Jawa Tengah melalui inovasi teknologi mutakhir.


Pemerintah Kabupaten Kudus secara resmi memaparkan inovasi unggulannya dalam ajang Top 30 Idea Jateng 2026. Kompetisi ini menjadi panggung bagi seluruh daerah di Jawa Tengah untuk memamerkan terobosan terbaik dalam hal tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.


Acara pemaparan inovasi tersebut berlangsung secara daring dari Pendapa Belakang Kabupaten Kudus pada Rabu (3/6/2026). Meski digelar secara virtual, atmosfer optimisme dan semangat kompetisi terasa sangat kuat di lokasi acara.


Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, hadir secara langsung di lokasi untuk memantau jalannya presentasi. Kehadiran orang nomor satu di Kudus ini menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inovasi yang sedang berkompetisi.


Dalam kesempatan tersebut, inovasi yang diusung oleh Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus menjadi sorotan utama. Inovasi yang diandalkan kali ini bernama Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Berbasis Geospasial atau yang disingkat SIMPAD GEO.


SIMPAD GEO dirancang sebagai bagian dari upaya serius pemerintah dalam melakukan modernisasi pengelolaan data pajak daerah. Fokus utama dari teknologi ini menyasar pada pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).


Teknologi yang digunakan dalam SIMPAD GEO memanfaatkan sistem berbasis WebGIS. Sistem ini mengintegrasikan data tekstual PBB-P2 dengan peta spasial digital secara real-time dan akurat.


Melalui integrasi tersebut, visualisasi data objek pajak menjadi jauh lebih jelas dan terukur. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah petugas dalam memetakan potensi pajak yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.


Selain itu, SIMPAD GEO juga sangat mendukung proses perencanaan, monitoring, hingga evaluasi pendapatan daerah. Ketiga proses tersebut kini dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien tanpa memerlukan birokrasi yang berbelit-belit.


Pemerintah Kabupaten Kudus meyakini bahwa inovasi ini mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif. Di era digital seperti sekarang, kemampuan beradaptasi dengan teknologi adalah kunci utama keberhasilan pelayanan publik.


Keunggulan lain dari SIMPAD GEO adalah penyajian data yang akurat dan berbasis data (data-driven). Hal ini meminimalisir terjadinya kesalahan input atau tumpang tindih data kepemilikan lahan yang sering menjadi kendala klasik.


Dengan performa yang ditunjukkan selama pemaparan, Kabupaten Kudus optimistis inovasi SIMPAD GEO mampu bersaing ketat di tingkat provinsi. Terobosan ini diharapkan tidak hanya meraih penghargaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Melalui implementasi SIMPAD GEO yang berkelanjutan, pengelolaan pendapatan daerah diharapkan menjadi lebih transparan. Pada akhirnya, peningkatan efisiensi pajak ini akan bermuara pada optimalisasi pembangunan daerah di Kabupaten Kudus.