Resmi Dilantik! Gekrafs Jepara Siap Gandeng Anak Muda dan UMKM Garap Pasar Ekraf Global

14 Juni 2026


JEPARA – Sektor ekonomi kreatif di Bumi Kartini bersiap memasuki babak baru yang lebih progresif dan kompetitif. Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya nahkoda baru organisasi yang fokus pada pengembangan ekosistem kreatif dan inovasi daerah.


Prosesi pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Jepara berjalan dengan khidmat. Agenda sakral bagi para pelaku industri kreatif lokal ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan untuk periode 2026–2029.


Momentum bersejarah ini diselenggarakan pada akhir pekan kemarin, tepatnya Sabtu (13/6/2026). Sejak pagi, aura optimisme sudah terpancar dari wajah-wajah pelaku usaha kreatif, seniman, hingga aktivis kepemudaan yang memadati lokasi acara.


Tempat yang dipilih untuk menggelar acara pelantikan ini pun sangat sarat akan nilai sejarah dan kebudayaan. Jajaran pengurus baru mengikrarkan sumpah jabatannya di dalam Pendopo RA Kartini Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.


Acara penting ini dihadiri langsung oleh sejumlah jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar. Kehadiran orang nomor dua di Jepara tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi dan pergerakan ekonomi kreatif di wilayahnya.


Dalam sambutan resminya, Gus Hajar memberikan pandangan visioner mengenai arah pembangunan daerah ke depan. Ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin dinamis menuntut pergeseran paradigma dalam dunia industri dan perdagangan.


Gus Hajar menegaskan bahwa masa depan Kabupaten Jepara ke depan tidak boleh lagi hanya bertumpu pada kuantitas produk fisik yang dihasilkan semata. Sektor industri harus mulai bertransformasi ke arah yang lebih bernilai tinggi.


Menurut Wakil Bupati, ada elemen penting lain yang menjadi kunci utama penentu keberhasilan produk lokal di masa depan. Elemen tersebut di antaranya adalah kekuatan kreativitas tanpa batas serta inovasi yang tiada henti dari para kreator.


Tidak kalah penting, Gus Hajar juga menyoroti pentingnya narasi atau cerita budaya lokal (storytelling) dalam setiap produk. Identitas daerah yang kuat dinilai mampu memberikan nilai tambah (value added) yang sangat signifikan bagi perekonomian.


"Produk yang dibalut dengan cerita budaya dan identitas daerah yang kuat akan memiliki tempat tersendiri di hati konsumen. Kombinasi inilah yang akan mendongkrak kesejahteraan para pelaku usaha kita," ujar Gus Hajar dalam arahannya.


Melalui momentum pelantikan ini, tampuk kepemimpinan DPC Gekrafs Jepara kini resmi berada di bawah komando Muhammad Abdul Chaq. Sebagai Ketua DPC yang baru, ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif selama tiga tahun ke depan.


Dengan terbentuknya formasi kepengurusan baru ini, Gekrafs diharapkan mampu menjalankan fungsi strategisnya secara maksimal. Lembaga ini dituntut menjadi wadah kolaborasi yang inklusif bagi seluruh elemen kreatif di Jepara.


Target utama dari pergerakan Gekrafs ke depan adalah memberikan stimulus bagi para pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, serta generasi muda. Mereka didorong untuk terus konsisten berkarya dan melahirkan inovasi-inovasi segar.


Sinergi ini juga ditargetkan mampu memperkuat strategi branding produk-produk lokal asli Jepara, seperti seni ukir, kain tenun troso, hingga kuliner khas. Penguatan identitas visual ini penting agar produk daerah mampu menembus pasar internasional yang lebih luas.


Melalui komitmen bersama yang kokoh antara Gekrafs dan pemkab, masa depan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif kini mulai dirajut. Kerja keras ini diharapkan dapat melahirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Jepara.