Kawal Pembangunan Nasional, Bupati Kudus Hadiri Rakor Forkopimda Jawa-Bali di Yogyakarta

05 Juni 2026



YOGYAKARTA, Pemerintah pusat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan agenda pembangunan nasional berjalan beriringan. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Wilayah Jawa dan Bali.

Pertemuan akbar yang mempertemukan para kepala daerah dan jajaran fungsionaris keamanan ini digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), pada Kamis (4/6/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting pemerintahan, termasuk Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Kehadiran orang nomor satu di Kudus tersebut menegaskan komitmen kuat Kabupaten Kudus untuk menyelaraskan program kerja daerah dengan visi pusat.

Secara filosofis dan praktis, forum ini sengaja digelar untuk memperkuat tali sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hubungan yang harmonis dinilai menjadi kunci utama dalam mengawal serta menyukseskan berbagai proyek strategis nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, hadir untuk memberikan pengarahan langsung. Ia mengingatkan para peserta mengenai beratnya tantangan yang dihadapi bangsa ke depan.

Djamari menekankan bahwa peran aktif pemerintah daerah dan Forkopimda sangat krusial. Mereka berada di garda terdepan untuk mengawal berbagai tantangan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat.
Menurut Menko Polkam, setidaknya ada beberapa isu krusial yang harus segera diintervensi oleh daerah. Isu-isu mendesak tersebut meliputi penanganan kemiskinan ekstrem, penekanan angka pengangguran, hingga pengendalian laju inflasi.

Selain masalah sosial dan ekonomi makro, Djamari juga menyoroti pentingnya penguatan fiskal daerah. Kemandirian dan tata kelola keuangan yang sehat di tingkat regional dianggap mampu mempercepat stimulus pembangunan lokal.

Senada dengan Menko Polkam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang turut hadir juga memberikan pandangan strategisnya. Tito menitikberatkan pembahasannya pada aspek stabilitas di wilayah Jawa dan Bali.

Mendagri menekankan pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum di tengah masyarakat. Kondisi wilayah yang kondusif diyakini menjadi fondasi utama agar roda perekonomian dan investasi dapat bergerak positif.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa stabilitas tersebut mustahil tercapai tanpa adanya koordinasi yang kuat. Sinergi ini harus terjalin solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga peran aktif media massa.

Rangkaian agenda formal yang berlangsung padat sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar dan interaktif. Setelah pembahasan substansi selesai, kegiatan pun bergeser ke agenda seremonial yang tidak kalah penting pada malam harinya.

Seluruh rangkaian kegiatan rakor ini ditutup dengan elegan melalui acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Acara puncak tersebut diselenggarakan di Yogyakarta Marriott Hotel.

Pada momen apresiasi tersebut, pemerintah pusat memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik. Kategori penilaian didasarkan pada kontribusi nyata pemda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya masing-masing.