Bupati Samani Instruksikan Seluruh Desa di Kudus Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Gandeng TVRI!

13 Juni 2026


KUDUS — Demam sepak bola sejagat mulai melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bupati Kudus, Samani Intakoris, secara terbuka mengajak sekaligus menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah desa di wilayah Kota Kretek untuk turut serta memeriahkan momentum akbar Piala Dunia 2026 dengan menggelar nonton bareng (nobar).


Langkah proaktif ini diharapkan mampu menghidupkan suasana ruang publik di tingkat akar rumput. Dengan adanya titik-titik keramaian baru di setiap wilayah, kemeriahan pesta sepak bola empat tahunan tersebut tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan semata, melainkan merata hingga ke pelosok desa.


Ajakan penuh semangat itu disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Kudus saat membuka acara nobar resmi tingkat kabupaten. Agenda nobar yang mengusung jargon menggelitik bertajuk "Bola Gembira Sareng-Sareng Begadang" ini dibuka secara meriah pada Jumat (12/6/2026) malam.


Samani menyebutkan, sepak bola hingga kini masih memegang predikat sebagai rumpun olahraga yang paling digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia. Atas dasar itulah, Pemkab Kudus menginisiasi gerakan nobar massal demi memfasilitasi antusiasme warga yang begitu tinggi.


"Kami sangat berharap kegiatan nonton bareng di tingkat desa ini dapat menjangkau lebih luas lagi lapisan masyarakat yang ingin menyaksikan laga demi laga dari tim kesayangan mereka," ujar Samani di hadapan awak media dan ratusan pasang mata yang memadati lokasi acara.


Terkait teknis pelaksanaan di lapangan agar tidak menabrak aturan hak siar, bupati menjelaskan bahwa pihak desa bisa berkoordinasi secara resmi. Penyelenggaraan nobar di tingkat lokal dapat dikomunikasikan langsung dengan pihak TVRI selaku pemilik sah izin penyiaran komersial Piala Dunia 2026.


Demi memuluskan rencana besar tersebut, sistem birokrasi daerah dipastikan akan segera bergerak. Samani telah memerintahkan jajaran Sekretariat Daerah (Setda) untuk menyusun regulasi formal yang akan disebarluaskan ke seluruh jajaran pemerintahan di bawahnya dalam waktu dekat.


"Silakan nanti ada nonton bareng di desanya masing-masing. Nanti dari Pak Sekda akan memberikan surat edaran kepada Pak Camat maupun kepala desa untuk bisa menyaksikan lewat TVRI secara resmi," jelas Samani menerangkan mekanisme koordinasi legalitasnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi terkait tautan penyiaran (link) resmi agar proses penayangan di desa berjalan lancar tanpa kendala teknis. Hal ini dinilai penting agar esensi memberikan hiburan sepak bola yang ditunggu-tunggu masyarakat selama empat tahun sekali ini bisa terwujud sempurna.


Dalam kesempatan yang sama, Samani juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat. Kolaborasi apik antara pihak TVRI selaku pemegang hak siar dan jajaran sektor swasta dinilai menjadi kunci utama suksesnya acara hiburan rakyat ini.


Bupati menegaskan bahwa agenda nobar berskala besar seperti ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul biasa. Kegiatan ini dirancang secara makro untuk mendukung dan memperkuat branding Kabupaten Kudus sebagai salah satu kota rujukan sport tourism (wisata olahraga) di Jawa Tengah.


Sisi menarik dari konsep nobar yang diusung Pemkab Kudus adalah integrasi sektor ekonomi kerakyatan. Di sekitar lokasi penayangan, pihak panitia sengaja menyediakan ruang khusus berupa stan-stan kuliner yang diisi oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.


"Nikmati nobar di Alun-Alun Kudus, di depan Pendopo Kabupaten juga boleh dibuat tempat bermain. Kegiatan ini harus bisa mengangkat perekonomian pelaku UMKM kita di Kabupaten Kudus. Saya minta kepada warga, larisi dan belilah produk UMKM kita," terangnya penuh harap.


Melalui perputaran uang di sektor informal tersebut, pendapatan para pedagang kecil di Kudus diharapkan bisa terdongkrak signifikan selama satu bulan penuh pelaksanaan Piala Dunia. Dengan demikian, euforia sepak bola internasional mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi masyarakat daerah.


Di tengah kegembiraan yang meluap, Samani tidak lupa menyisipkan pesan mendalam terkait keamanan wilayah. Ia mewanti-wanti seluruh pencinta sepak bola atau suporter yang hadir dalam setiap acara nobar untuk senantiasa menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.


Masyarakat diimbau untuk tetap mencintai daerahnya, menjunjung tinggi nilai perdamaian, serta merawat kerukunan antar-kelompok demi menghindari gesekan fisik. "Hindari sekecil mungkin tindakan-tindakan negatif atau anarkis yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," tegas bupati.


Acara pembukaan "Bola Gembira Sareng-Sareng Begadang" di jantung Kota Kudus itu sendiri berlangsung sangat meriah dan tertib dengan didukung cuaca malam yang cerah. Momentum nobar resmi dibuka secara simbolis melalui aksi menendang bola bersama oleh Bupati Samani Intakoris dan Kepala TVRI Stasiun Jawa Tengah, Sanny April Linda Damanik.