KUDUS – Tren pengobatan dan terapi kebugaran alternatif di tengah masyarakat terus menunjukkan grafik peningkatan yang positif. Menangkap potensi tersebut, sebuah ruang edukasi digelar di Kabupaten Kudus guna mencetak para praktisi terapi kesehatan yang andal dan mandiri.
Sebuah agenda pelatihan dan edukasi terapi kesehatan tradisional sukses diselenggarakan pada hari ini, Minggu (14/6/2026). Dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB, kegiatan yang mengupas tuntas ilmu anatomi dan pijat tubuh ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib.
Acara yang sarat akan ilmu kemandirian ekonomi ini mengambil tempat di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kudus, Jawa Tengah. Pemilihan lokasi di pusat kota ini dinilai sangat strategis untuk menjangkau para peserta yang datang dari berbagai penjuru wilayah.
Edukasi berskala regional ini diinisiasi secara swadaya lewat kolaborasi bersama Komunitas P3TK (Perkumpulan Pelaku Penyehat Tradisional Kudus). P3TK sendiri dikenal sebagai wadah berkumpulnya para praktisi penyehat alternatif yang konsisten bergerak di bidang sosial dan pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Mas'ud hadir langsung bertindak sebagai training atau pelatih utama. Beliau merupakan seorang praktisi sekaligus instruktur terapi kesehatan tradisional yang sudah memiliki jam terbang tinggi di bidang reposisi tubuh.
Bapak Mas'ud menjelaskan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan tambahan keterampilan nyata kepada masyarakat luas. Keterampilan di bidang terapi kesehatan ini dinilai sangat realistis untuk dijadikan bekal hidup.
Melalui keahlian yang diajarkan, para peserta diharapkan mampu membuka peluang usaha mandiri di daerah asal masing-masing. Terbukanya lapangan kerja baru di bidang jasa kesehatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan roda ekonomi keluarga para peserta.
Respons masyarakat terhadap program edukasi ini terbukti sangat baik dan direspons dengan antusiasme yang luar biasa. Banyak peserta yang tertarik bergabung karena menyadari bahwa jasa terapi kesehatan tradisional masih sangat melekat dan dibutuhkan oleh publik.
Tingginya minat peserta terlihat dari membludaknya jumlah bangku yang terisi di dalam aula. Tercatat, sebanyak kurang lebih 70 orang peserta hadir memadati Gedung NU Kudus untuk menyerap ilmu yang dibagikan oleh tim instruktur berpengalaman.
Uniknya, persebaran asal peserta tidak hanya didominasi oleh warga lokal Kabupaten Kudus saja. Ruang belajar ini juga diserbu oleh peserta dari berbagai daerah tetangga, mulai dari Kabupaten Pati, Jepara, Blora, Rembang, hingga Kota Semarang.
Para peserta tersebut datang dari berbagai latar belakang profesi dan usia dengan satu minat yang sama. Komposisi kelas pun tampak sangat dinamis karena mempertemukan para peserta kategori pemula dengan mereka yang sudah memiliki dasar keterampilan terapi.
Di dalam ruang pelatihan, para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai dari teknik pijat tradisional dan penanganan cedera otot. Tak hanya itu, materi refleksi dasar, teknik reposisi, serta edukasi penanganan tubuh secara alami dan aman juga dikupas tuntas.
Guna memastikan standardisasi keahlian, kegiatan ini dibimbing langsung oleh para praktisi senior dari komunitas P3TK. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti kelulusan, seluruh peserta yang telah merampungkan praktik langsung juga dibekali dengan sertifikat resmi.
Mengingat kegiatan ini merupakan program mandiri komunitas dan bukan program resmi birokrasi, maka tidak ada bantuan modal dari pemerintah desa setempat. Namun, Bapak Mas'ud optimistis bahwa keterampilan yang diperoleh sudah menjadi modal awal yang sangat mewah.
Menutup kegiatan yang penuh berkah barokah tersebut, Bapak Mas'ud berpesan agar para alumni pelatihan tidak memutus tali silaturahmi dan tetap menjaga etika pelayanan di masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat jangan pernah berhenti belajar mengembangkan keterampilan yang positif.