Baca Juga
KUDUS – Senyum bahagia terpancar dari wajah sejumlah warga penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Kudus. Pada Selasa (12/5/2026), Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu kepada enam penerima manfaat yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kudus.
Bantuan ini menyasar warga yang memiliki keterbatasan mobilitas di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Kaliwungu, Gebog, dan Bae. Penyerahan bantuan ini bukan sekadar pemberian alat bantu fisik, melainkan simbol hadirnya pemerintah dan organisasi sosial dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dalam sambutannya, Endhah Sam’ani Intakoris menekankan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap produktif. Beliau berharap kaki palsu ini dapat menjadi alat pemacu semangat bagi para penerima manfaat.
"Kami ingin bapak dan ibu tetap aktif, mandiri, dan yang terpenting adalah kembali percaya diri. Dengan bantuan ini, diharapkan aktivitas sehari-hari bisa berjalan lebih lancar tanpa harus selalu bergantung pada orang lain," ujar Endhah Sam’ani.
Program ini merupakan hasil kolaborasi apik antara TP PKK Kabupaten Kudus dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kudus. Sinergi ini menunjukkan bahwa penggalangan dana umat yang dikelola oleh Baznas dapat dikonversi menjadi program nyata yang menyentuh kebutuhan paling mendasar warga.
Langkah ini juga sejalan dengan misi TP PKK Kudus untuk terus mendukung upaya kepedulian sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui bantuan kaki palsu ini, para penerima diharapkan dapat kembali berinteraksi di lingkungan sosial bahkan kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan haru. Salah satu penerima manfaat menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena alat bantu ini telah lama dinantikan guna menunjang mobilitas mereka yang selama ini terbatas.
Dengan adanya program berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui TP PKK dan instansi terkait berkomitmen untuk terus menyisir warga yang membutuhkan bantuan serupa agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa terpinggirkan karena keterbatasan fisik.