Warga Wergu Kulon Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah, Diduga Meninggal Karena Sakit

07 Mei 2026


KUDUS – Masyarakat Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria paruh baya di dalam rumahnya pada Kamis (7/5/2026) siang. Korban ditemukan setelah warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang menyengat dari arah kediaman korban.

Identitas korban diketahui bernama Munajat (60), seorang wiraswasta yang tinggal sendirian di RT 01 RW 01, Kelurahan Wergu Kulon.

Kronologi Penemuan

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Saksi mata, Ardini (41), awalnya merasa curiga dengan bau busuk yang sangat tajam saat keluar dari rumah. Ia kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada perangkat desa setempat, Sundoyo (52).

Keduanya berupaya mencari sumber bau yang ternyata mengarah ke rumah korban. Saat pintu rumah dibuka, warga dikagetkan dengan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa dan tergeletak di lantai.

Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Kudus yang dipimpin oleh Kapolsek Kudus, AKP Subkhan, S.H., M.H., bersama Tim Inafis Polres Kudus dan tim medis UPT Puskesmas Wergu Wetan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


"Kami segera mengamankan lokasi dan melakukan pemeriksaan bersama Tim Inafis serta tenaga medis untuk memastikan penyebab kematian korban," ujar AKP Subkhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Diana Iswardhani dari Puskesmas Wergu Wetan, diperoleh fakta-fakta sebagai berikut:

Waktu Kematian: Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 4 hari sebelum ditemukan.

Penyebab Kematian: Dipastikan murni karena sakit.

Tanda Kekerasan: Tim Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau unsur tindak pidana pada tubuh korban.

Evakuasi dan Pernyataan Keluarga

Jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kudus menuju RSUD dr. Loekmono Hadi untuk proses pembersihan dan pengkafanan.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif.