Tak Mau Ketinggalan Zaman, Guru Mejobo Kompak Gaungkan Inovasi dan AI

13 Mei 2026


Komunitas Belajar (Kombel) Bergema resmi diluncurkan di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus pada Jumat (8/5/2026). Program yang digagas Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mejobo bersama Korwilcam Pendidikan dan K3S Mejobo tersebut diharapkan menjadi penggerak peningkatan kompetensi guru sekaligus penguatan mutu pendidikan di Kecamatan Mejobo.

Peluncuran Kombel Bergema dihadiri jajaran guru sekolah dasar, pengurus KKG, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Kudus. Kehadiran berbagai unsur pendidikan itu menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya belajar kolaboratif dan berkelanjutan bagi para guru.

Staff Kurikulum Disdikpora Kudus, Rohmat mengatakan, Kombel Bergema hadir sebagai ruang kolaborasi bagi guru untuk belajar bersama, berbagi praktik baik, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Tujuan launching Kombel Bergema ini untuk meningkatkan mutu kompetensi guru melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, potensi belajar guru semakin meningkat dan berdampak pada kualitas pendidikan, khususnya di Kecamatan Mejobo,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, komunitas belajar tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat “belajar bareng, pintar bareng” di kalangan guru sehingga tercipta budaya belajar yang konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, Korwilcam Pendidikan Mejobo, Masrukan menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya Kombel Bergema yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh guru di wilayah Mejobo. Ia menegaskan, komunitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengurus, melainkan menjadi ruang terbuka bagi seluruh guru untuk saling berbagi inovasi, kreativitas, dan praktik baik dalam pembelajaran.

“Muara dari semuanya adalah terpenuhinya hak-hak anak dalam menerima pembelajaran yang berkualitas. Guru harus terus berinovasi dan kreatif agar proses belajar semakin baik,” katanya.

Menurut Masrukan, Kombel Bergema menjadi langkah nyata dalam menyiapkan guru yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif di tengah tantangan transformasi pendidikan. Berbagai program pengembangan kompetensi akan dijalankan, mulai dari pelatihan Kompetensi Sosial Emosional (KSE), pembelajaran mendalam, coding, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran. Program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus hasil belajar siswa.

Ketua Persatuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Djoko Mulyono menjelaskan, sebelum pelatihan diberikan kepada guru, para pengurus Kombel akan terlebih dahulu mengikuti Training of Trainer (TOT) sebagai fasilitator. Melalui TOT tersebut, fasilitator akan mempelajari materi yang nantinya disampaikan kepada guru di delapan gugus sekolah agar pelaksanaan program berjalan terarah, seragam, dan terstruktur.

“Program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi harus berdampak dan berkelanjutan. Karena itu digunakan sistem in-on-in, di mana guru belajar melalui pelatihan langsung, dilanjutkan pembelajaran mandiri melalui learning management system, kemudian berbagi praktik baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, program pelatihan akan difokuskan pada penguatan kompetensi guru, seperti implementasi Kurikulum Merdeka, penguatan karakter, pembelajaran mendalam, coding, hingga penguasaan teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Kalau guru sudah menguasai pembelajaran yang menjadi kebijakan pemerintah, maka implementasinya kepada siswa juga akan lebih baik, baik secara akademik maupun non-akademik,” terangnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kombel Bergema, Eko Mardiana menjelaskan, pembentukan komunitas belajar dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, guru saat ini tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar yang terus berkembang sesuai kebutuhan murid dan perkembangan zaman.


Setelah peluncuran, Djoko Mulyono menyampaikan bahwa program pelatihan Kombel Bergema akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juni hingga Desember 2026. Kegiatan diawali dengan Training of Trainer (TOT) bertema “Dari Pengetahuan ke Kesadaran: Integrasi KSE dalam Pembelajaran Mendalam di SD” bagi fasilitator Kombel di Wisma Djarum pada Juni 2026. Selanjutnya, pelatihan serupa akan diberikan kepada guru SD Korwilcam Mejobo pada Juni hingga Juli 2026 di delapan gugus sekolah guna memperkuat penerapan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dalam pembelajaran.

Memasuki Oktober 2026, fasilitator Kombel kembali akan mengikuti TOT bertema “Smart Teacher: Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru SD” di OASIS Djarum. Pelatihan tersebut menjadi upaya meningkatkan literasi digital guru sekaligus memperkenalkan pemanfaatan coding dan AI dalam pembelajaran. Program kemudian dilanjutkan kepada seluruh guru SD Korwilcam Mejobo pada November hingga Desember 2026 di delapan gugus sekolah.

Selain pelatihan, Kombel Bergema juga akan menggelar Festival Kreativitas Guru pada November 2026 di Korwilcam Mejobo sebagai ruang apresiasi, kolaborasi, dan berbagi inovasi pembelajaran antarguru. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan agenda Review, Refleksi, dan Evaluasi pada Desember 2026 di PBG Kudus guna mengukur dampak program sekaligus menyusun langkah pengembangan berikutnya.

 Melalui berbagai program tersebut, Kombel Bergema diharapkan mampu membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan guru, memperkuat kompetensi pedagogik dan digital, serta mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpihak pada kebutuhan murid.