KUDUS, Persiapan matang tengah dilakukan oleh tim tari SMPN 1 Jati menjelang kompetisi seni bergengsi tingkat kabupaten. Di bawah arahan langsung sang Kepala Sekolah, Ibu Sumaryatun, para siswa berbakat ini terus digembleng untuk menampilkan performa terbaik mereka dalam membawakan Tari Lajur Caping Kalo, sebuah tarian khas yang sarat akan nilai budaya lokal.
Kepala SMPN 1 Jati, Ibu Sumaryatun, mengungkapkan bahwa persiapan ini tidak main-main karena sudah memakan waktu hingga tiga bulan lamanya. Latihan intensif ini sengaja digelar demi memberikan suguhan performa yang matang dan memukau para juri serta penonton di ajang perlombaan nanti.
"Anak-anak sudah kami persiapkan secara intens selama kurang lebih tiga bulan ini. Kami ingin mereka tampil dengan rasa percaya diri yang tinggi dan membawa pulang hasil yang membanggakan," ujar Ibu Sumaryatun saat ditemui di sela-sela memantau latihan siswa.
Faktor kunci dari mantapnya gerakan para siswa ini tidak lepas dari peran Bu Tania, guru seni tari SMPN 1 Jati yang dikenal sangat *expert* di bidangnya. Kebetulan, saat menempuh skripsi dahulu, Bu Tania mengambil riset khusus mengenai koreografi Tari Lajur Caping Kalo, sehingga ia sangat menguasai struktur dan esensi tarian tersebut.
Berkat latar belakang risetnya yang mendalam, Bu Tania mampu menyusun koreografi dan struktur tarian dengan sangat mantap. Setiap gerakan diatur dengan detail dan memiliki makna mendalam, membuat para siswa lebih mudah menjiwai setiap ketukan musik dan pergeseran formasi di lapangan.
Selain faktor pelatih yang mumpuni, modal utama SMPN 1 Jati terletak pada potensi luar biasa dari para siswanya. Anak-anak yang terlibat dalam tim ini merupakan siswa pilihan yang memiliki bakat dan minat tinggi di bidang seni tari, serta kerap tampil dalam berbagai acara resmi di tingkat kabupaten.
"Karena mereka sudah punya dasar bakat yang luar biasa dan sering pentas di tingkat kabupaten, kami menjadi sangat mudah untuk mengarahkan dan memoles gerakan mereka agar lebih sinkron," tambah Ibu Sumaryatun dengan nada optimis.
Namun, latihan keras saja tidak cukup bagi SMPN 1 Jati. Pihak sekolah sangat memperhatikan keseimbangan antara latihan fisik, mental, dan kesehatan para siswa dengan cara rutin memberikan asupan vitamin tambahan menjelang hari perlombaan agar kondisi tubuh mereka tetap prima.
Sebagai sentuhan akhir, penguatan mental panggung juga dilakukan secara serius melalui simulasi performa langsung. Tim tari ini diwajibkan tampil di lapangan sekolah di hadapan para guru, karyawan, serta teman-teman sebayanya guna mengikis rasa gugup dan memupuk mental juara sebelum hari H kompetisi.