Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kembali diselenggarakan di Kabupaten Kudus, Pelatihan ini Penting Pastikan Para Juru Sembelih Memiliki Kompetensi yang Memadai.

06 Mei 2026

Pelatihan Juru Sembeleh Halal ( Juleha ) Kabupaten Kudus

Kudus, Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) kembali diselenggarakan di Kabupaten Kudus sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pemotongan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, dan diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid dari berbagai kecamatan di Kudus.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, menjelaskan bahwa pelatihan ini terselenggara berkat kolaborasi sejumlah pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, PT Sukun Wartono Indonesia, serta pengurus masjid setempat.

”Pelatihan ini penting untuk memastikan para juru sembelih memiliki kompetensi yang memadai,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Arin Nikmah

Menurut Arin, profesionalisme juru sembelih tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap kaidah syariah Islam. Selain itu, mereka diharapkan mampu menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal untuk dikonsumsi masyarakat.

Sepanjang tahun 2026, pelatihan Juleha di Kudus telah dilaksanakan dua kali. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar pada 26 April 2026 oleh DPD Juleha Kudus dengan jumlah peserta mencapai 187 orang.

”Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik langsung dari narasumber DPW Juleha Jawa Tengah, Eri Gunarto, yang membimbing proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam,” jelasnya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Budy Astiyantoro menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Iduladha. 

”Kesiapan petugas, kondisi kesehatan hewan kurban, hingga proses penyembelihan yang sesuai dengan ketentuan agama sangat penting untuk diperhatikan,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, seluruh tahapan, mulai dari pemilihan hewan, persiapan sebelum penyembelihan, hingga distribusi daging, harus memenuhi standar agar daging yang diterima masyarakat benar-benar aman dan layak konsumsi.

Melalui pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan ini, pemerintah berharap kualitas pelaksanaan kurban di masyarakat terus meningkat, baik dari sisi kehalalan maupun keamanan pangan bagi masyarakat luas.