Menuju Rekor MURI, 12 Finalis Unjuk Bakat di Final Festival Tari Lajur Caping Kalo Kudus 2026

24 Mei 2026

KUDUS, Alun-alun Simpang Tujuh Kudus menjadi saksi kemegahan warisan budaya lokal saat digelarnya babak Final Festival Tari Lajur Caping Kalo Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026 pada Minggu (24/5/2026). Acara yang berlangsung meriah sejak pagi hari ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Yayasan Karya Bakti Nojorono (YKB Nojorono). Festival akbar ini ditujukan sebagai wadah apresiasi, edukasi, sekaligus penguatan identitas budaya daerah bagi generasi muda di tengah era modernisasi.


Acara puncak ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kudus, unsur Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Sekda, serta Plh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Teguh Riyanto, S.STP, MM. Kehadiran para pejabat publik, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, hingga tokoh-tokoh penggiat seni dari berbagai sanggar tari se-Kabupaten Kudus ini menegaskan komitmen kolektif dalam menjaga eksistensi Caping Kalo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) resmi dari Kabupaten Kudus.

Teguh Riyanto dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan bahwa festival tahun ini berlandaskan pada Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1990 tentang Hari Jadi Kota Kudus dan Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah. Dirinya menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak sekadar kompetisi visual, melainkan sebuah gerakan kultural terstruktur. Pemerintah daerah berambisi kuat menumbuhkan rasa cinta dan bangga yang mendalam pada diri generasi muda terhadap mahakarya leluhur mereka sendiri.


Lebih jauh, festival legendaris ini ternyata memegang peran krusial sebagai jembatan menuju target kebudayaan yang lebih masif pada akhir tahun nanti. Kompetisi tari tradisional beregu ini dirancang sebagai bagian dari persiapan strategis dan pemanasan menuju pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Lajur Caping Kalo. Aksi kolosal tersebut dijadwalkan bakal digelar pada bulan September 2026 mendatang, sebagai puncak kemeriahan dari peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.


Antusiasme masyarakat terbukti sangat masif, di mana tahapan seleksi awal yang telah dibuka sejak 23 Februari hingga 11 Mei 2026 berhasil menjaring total 92 tim dari berbagai pelosok daerah. Seleksi ketat dilakukan secara daring melalui pengiriman video penampilan orisinal kepada dewan juri. Dari puluhan peserta yang mendaftar, panitia merinci keterlibatan peserta yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu 24 tim bertarung di kategori SMP/Sederajat, 19 tim di kategori SMA/Sederajat, dan 49 tim di kategori Umum.


Melalui kurasi ketat yang dilakukan oleh Dewan Juri profesional, akhirnya terpilih 12 tim terbaik yang berhak tampil langsung di panggung final hari ini. Kategori SMP diwakili oleh SMPN 2 Gebog, SMPN 1 Jati, SMPN 2 Kudus, dan SMPN 2 Kaliwungu. Sementara kategori SMA meloloskan SMAN 1 Kudus, SMAN 1 Mejobo, SMAN 2 Bae, dan SMKN 1 Kudus. Untuk kategori Umum yang tidak kalah sengit, persaingan ketat mempertemukan PKK Kecamatan Kota, Dinas PKPLH, UKM Seni Kampus (Sekam) UMK, serta Itekes Cendekia Utama.


Seluruh finalis memperebutkan gelar Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan untuk masing-masing kategori. Pemerintah Kabupaten Kudus bersama YKB Nojorono telah menyiapkan apresiasi yang tinggi berupa piala, piagam penghargaan resmi dari Bupati Kudus, serta total uang pembinaan puluhan juta rupiah. Rincian hadiah yang diberikan meliputi Rp 6.500.000 untuk Juara 1, Rp 4.500.000 untuk Juara 2, Rp 3.500.000 untuk Juara 3, dan Rp 2.500.000 bagi peraih Juara Harapan.


Melalui laporan penutupnya, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara ini hingga sukses memukau ratusan pasang mata penonton di Alun-alun Kudus. Dengan suksesnya pelaksanaan final hari ini, Tari Lajur Caping Kalo diharapkan tidak hanya menjadi identitas yang kokoh di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menggaungkan pesona budaya Kudus ke kancah nasional dalam momentum pemecahan Rekor MURI mendatang.