Malam Keakraban: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris Sapa Warga di Kawasan Pendapa dan Alun-Alun

31 Mei 2026

Kudus, Suasana Minggu malam di pusat kota Kudus pada 31 Mei 2026 terasa lebih hangat dari biasanya. Alih-alih menghabiskan waktu di dalam ruang kerja, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, justru terlihat membaur bersama ratusan warga di kawasan Lapangan Pendapa Kabupaten Kudus.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut sontak menarik perhatian masyarakat yang sedang bersantai. Mengenakan pakaian santai, Bupati Sam’ani tampak menikmati atmosfer malam sambil menyapa warga yang sedang berkumpul bersama keluarga tercinta.

Tak sekadar menyapa, Bupati dengan ramah melayani permintaan swafoto dari masyarakat yang ingin mengabadikan momen bersama pemimpin mereka. Perbincangan hangat pun mengalir di antara Bupati dan warga, menciptakan suasana yang cair tanpa sekat birokrasi yang kaku.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani secara khusus menyampaikan pesan penting terkait pemanfaatan ruang publik. Ia menegaskan bahwa kawasan Pendapa Kabupaten Kudus sepenuhnya terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, area tersebut kini diposisikan sebagai ruang publik yang inklusif, di mana setiap keluarga bisa datang untuk bersantai, bermain, dan menikmati fasilitas kota dengan nyaman. Baginya, kebahagiaan warga adalah tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Setelah puas menyapa warga di area Pendapa, perjalanan malam Bupati berlanjut dengan berjalan kaki menuju kawasan ikonik, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Langkah kakinya membawa pesan kepedulian terhadap keasrian pusat kota.

Setibanya di lokasi, Bupati Sam’ani langsung berinteraksi dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang sedang menjajakan dagangannya. Interaksi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya pendekatan persuasif untuk menjaga ketertiban kota.
Bupati mengajak seluruh pedagang dan pengunjung untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia secara tegas mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

"Mari kita jaga bersama kebersihan Alun-Alun kita. Lingkungan yang bersih akan membuat kita semua merasa nyaman dan bangga," ujar Bupati Sam’ani di tengah para pedagang.

Selain kebersihan, Bupati juga memberikan arahan terkait penataan ruang bagi para pedagang. Ia meminta agar para pedagang dapat berjualan dengan tertib di tepi kawasan alun-alun agar akses pejalan kaki tetap terjaga.

Langkah ini diambil bukan untuk membatasi ruang usaha, melainkan agar area tengah alun-alun dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat, terutama anak-anak, untuk bermain dan beraktivitas dengan aman.

Dengan adanya penataan yang baik, Bupati berharap kawasan Simpang Tujuh dapat menjadi jantung kota yang tidak hanya ramai, tetapi juga tertata rapi dan ramah bagi semua kalangan.

Kegiatan malam itu diakhiri dengan suasana yang kondusif. Langkah nyata Bupati Kudus dalam menyambangi ruang publik ini menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus memberikan edukasi demi kenyamanan bersama.