KUDUS, Perayaan Iduladha 1447 Hijriyah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tahun ini membawa pesan lingkungan yang kuat. Dua sekolah menengah pertama (SMP), yakni SMP Negeri 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Kudus, secara kompak mengedukasi siswa mereka untuk meninggalkan kantong plastik dan beralih menggunakan bahan ramah lingkungan saat membagikan daging kurban.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus memberikan pembelajaran langsung kepada para siswa. Penggunaan bahan alami seperti daun jati dan besek anyaman bambu menjadi sorotan utama dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di kedua sekolah tersebut.
Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini, menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan sekadar soal distribusi daging, melainkan penanaman nilai kepedulian lingkungan. Ia ingin siswanya memahami bahwa praktik berkurban bisa dilakukan secara berkelanjutan tanpa harus menambah beban sampah plastik di masyarakat.
"Setidaknya, para siswa mengetahui manfaat daun jati dan tata cara pengemasan daging kurban menggunakan daun. Selama ini, mereka mungkin lebih familiar membungkus segala sesuatu dengan plastik kresek. Namun, momen Iduladha ini menjadi waktu yang tepat untuk mengedukasi mereka tentang gaya hidup hijau," ujar In Setyorini di Kudus, Sabtu (30/5/2026).
Penggunaan daun jati sendiri dinilai sangat efektif karena selain mudah ditemukan di sekitar desa, material ini juga sangat murah. Lebih jauh lagi, langkah ini diharapkan mampu membantu mengurangi volume sampah plastik yang selama ini menjadi beban di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kudus.
Ketua Panitia Kurban SMPN 2 Kudus, Fahrudin Ferdian, menambahkan bahwa pemilihan daun jati sebagai pembungkus daging bukan hanya soal kelestarian alam, tetapi juga higienitas dan kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa kemudahan akses terhadap daun jati menjadi alasan kuat mengapa cara tradisional ini harus terus dilestarikan.
Tahun ini, SMPN 2 Kudus menyembelih tiga ekor kerbau dan tujuh ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut merupakan hasil kontribusi dari sirkah bapak ibu guru, para alumni, serta dukungan dari wali murid yang antusias menyukseskan program ini.
Pendistribusian daging pun dilakukan dengan penuh rasa kekeluargaan. Fahrudin menyebutkan bahwa sasaran pembagian daging kurban tersebut diprioritaskan bagi siswa yang kurang mampu serta warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.
Sementara itu, di SMP Negeri 1 Kudus, semangat serupa juga terpancar dari kegiatan yang mereka laksanakan. Usai menunaikan ibadah salat Id bersama, para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam praktik penyembelihan dan pengelolaan daging kurban.
Ketua Panitia Kurban SMPN 1 Kudus, Aris Triyono, memaparkan bahwa tahun ini mereka mengelola hewan kurban berupa dua ekor kerbau dan delapan ekor kambing. Uniknya, sebagian hewan tersebut merupakan hasil urunan para siswa sendiri sebagai bentuk pelatihan berkurban sejak dini.
Untuk mengganti penggunaan kantong plastik, SMPN 1 Kudus memilih menggunakan besek bambu. Penggunaan wadah dari anyaman bambu ini memberikan kesan tradisional namun tetap bersih dan estetis saat diberikan kepada penerima daging kurban.
Aris menuturkan bahwa inisiatif ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak. Penggunaan besek maupun daun jati kini mulai kembali memasyarakat, mengingat banyak tempat ibadah lain di Kudus yang juga mulai beralih menggunakan bahan-bahan alami demi mendukung program pengurangan sampah plastik.
Pihak sekolah berharap, edukasi yang diberikan pada momen Iduladha ini akan membekas di benak para siswa. Mereka ingin agar generasi muda ini nantinya terbiasa mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian mereka di masa depan.
Dengan langkah kecil namun konsisten dari sekolah-sekolah di Kudus, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik semakin meningkat. Iduladha tidak hanya menjadi ajang berbagi antar sesama, tetapi juga momentum untuk berbagi kepedulian terhadap kelestarian bumi.