Kudus Genjot Branding Wisata, Bidik Wisatawan Nasional‎

04 Mei 2026

‎KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama DPR RI dan Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan branding sektor pariwisata guna meningkatkan daya tarik daerah. Upaya ini diharapkan mampu mengangkat potensi wisata Kudus agar lebih dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional.
‎Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Teguh Riyanto, menyampaikan bahwa program branding yang mengusung semangat “Wonderful Indonesia” menjadi langkah strategis untuk menonjolkan kekayaan daerah, baik dari sisi alam (nature), budaya (culture), maupun sumber daya (resources).
‎“Kami berharap potensi pariwisata di Kudus bisa lebih menonjol. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga potensi lokal lainnya dapat dikemas dengan baik sehingga menarik minat wisatawan,” ujarnya.
‎Ia menjelaskan, branding yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan. Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pariwisata.
‎Teguh juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas destinasi, terutama dari sisi aksesibilitas dan infrastruktur. Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah kenyamanan wisatawan saat menuju lokasi wisata, khususnya di kawasan wisata religi Muria.
‎“Kendala yang ada saat ini salah satunya terkait akses menuju lokasi wisata, terutama bagi transportasi wisata. Infrastruktur menjadi hal penting yang perlu dibenahi agar wisatawan merasa nyaman,” jelasnya.
‎Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penataan kawasan Muria agar lebih tertata dan ramah bagi pengunjung.
‎Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Andika Satya Wasistho, menegaskan bahwa Kudus memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan beragam. Ia menyebut, selama ini Kudus lebih dikenal sebagai daerah industri, padahal sektor pariwisata juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
‎“Kudus tidak hanya kuat di sektor industri, tetapi juga memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, mulai dari kuliner, religi, hingga wisata alam,” ungkapnya.
‎Menurut Andika, promosi dan branding menjadi kunci utama agar potensi tersebut bisa dikenal lebih luas. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat strategi pemasaran pariwisata.
‎“Tujuan dari branding ini adalah agar wisata Kudus bisa dikenal tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di tingkat nasional. Dengan begitu, peluang masuknya investor juga akan semakin terbuka,” tambahnya.
‎Ia juga menyinggung fenomena meningkatnya jumlah wisatawan, khususnya di destinasi wisata religi seperti kawasan Sunan Muria. Bahkan, menurutnya, jumlah kunjungan sudah mulai mendekati kondisi overtourism.
‎“Kita perlu mengatur tata ruang dan pengelolaan wisata dengan baik agar lonjakan wisatawan tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Ini menjadi tugas bersama antara pemerintah dan pihak terkait,” pungkasnya.