KUDUS, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus terus berkomitmen membentuk karakter generasi muda sejak dini. Melalui sebuah terobosan inovatif yang diberi nama Program POLMAN (Polisi Masa Depan), korps sabuk putih ini turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi yang tidak hanya berfokus pada kelalulintasan, tetapi juga moral dan kreativitas.
Langkah preventif dan edukatif ini diwujudkan dalam kegiatan bertajuk “Polantas Mengajar” yang digelar di TK Kemala Bhayangkari 45 Kudus. Suasana kelas yang biasanya formal seketika berubah menjadi ceria dan penuh tawa saat para personel kepolisian mulai membaur bersama anak-anak.
Kasat Lantas AKP Aulia Dwi Maha Putri, yang diwakili oleh Kanit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) Satlantas Polres Kudus, Ipda Ahmadi, S.H., memimpin langsung jalannya kegiatan ini. Kehadiran para petugas disambut antusias oleh para guru dan murid yang sudah tidak sabar untuk belajar bersama.
Salah satu materi yang paling memikat perhatian anak-anak adalah sesi dongeng keagamaan. Ipda Ahmadi secara interaktif menyampaikan kisah religius tentang Nabi Ibrahim AS yang sangat menyayangi Allah SWT hingga rela menjalankan perintah untuk berkurban demi menunjukkan ketaatannya.
Dengan gaya bercerita yang komunikatif, ia menjelaskan bahwa karena ketaatan dan keikhlasan yang luar biasa, Allah SWT kemudian mengganti kurban tersebut dengan seekor domba. Anak-anak mendengarkan dengan saksama cerita yang penuh makna dan nilai kehidupan tersebut.
Melalui kisah sejarah tersebut, Satlantas Polres Kudus ingin menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini. Petugas menekankan bahwa esensi dari ibadah berkurban adalah cara umat manusia untuk saling berbagi kebahagiaan dan makanan, khususnya daging, kepada orang-orang yang membutuhkan.
"Kami ingin anak-anak memahami sejak kecil bahwa berbagi itu indah. Meneladani keikhlasan para nabi bisa menjadi pondasi moral yang kuat bagi masa depan mereka," ujar Ipda Ahmadi di sela-sela kegiatan.
Tidak hanya soal moral dan agama, program POLMAN ini juga menyasar pada peningkatan kemampuan akademis dasar. Para polantas dengan sabar memberikan bimbingan mengeja nama dan kata kepada para murid TK guna merangsang dan meningkatkan kemampuan literasi mereka.
Suasana semakin meriah saat beralih ke sesi mengasah motorik dan kreativitas. Petugas membagikan kertas gambar untuk kegiatan mewarnai bersama, di mana anak-anak dibebaskan mengekspresikan imajinasi mereka lewat goresan warna-warni yang ceria.
Di samping keceriaan tersebut, Satlantas Polres Kudus juga menyisipkan pesan penting terkait isu sosial yang marak terjadi. Petugas memberikan imbauan dan sosialisasi tegas mengenai gerakan Anti-Bullying (perundungan) sebagai dasar utama pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.
Langkah sosialisasi anti-perundungan ini sengaja ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa saling menyayangi, menghormati teman, dan tidak melakukan tindakan kekerasan baik verbal maupun fisik demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Melalui kombinasi edukasi keagamaan, literasi, kreativitas, dan pembentukan karakter ini, program POLMAN diharapkan mampu mencetak generasi emas yang cerdas, berakhlak mulia, serta sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat sejak usia belia.