KUDUS, Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus untuk melakukan aksi yang menyentuh sisi spiritual. Tidak hanya sibuk mengatur arus lalu lintas di jalan raya, korps sabuk putih ini memilih mengawali hari yang mulia dengan bersimpuh bersama guna memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan rohani yang mengusung tema spiritual cukup mendalam ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kudus, AKP Aulia Dwi Maha Putri, S.Tr.K., S.I.K. Langkah ini diambil sebagai penyeimbang antara ikhtiar lahiriah di lapangan dan ikhtiar batiniah kepada Sang Pencipta.
Acara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan tersebut dipusatkan di lingkungan Markas Komando Satlantas Polres Kudus. Seluruh personel yang sedang tidak berdinas maupun yang bersiap naik piket tampak hadir memenuhi saf-saf doa yang telah disediakan oleh panitia.
AKP Aulia Dwi Maha Putri mengungkapkan bahwa esensi utama dari perayaan Iduladha adalah semangat berkurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai filosofis inilah yang kemudian diadopsi oleh jajaran Satlantas Polres Kudus ke dalam pelaksanaan tugas pengabdian mereka sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.
Pihaknya berharap, ketulusan personel dalam menjalankan tugas di jalan raya terhitung sebagai bentuk ibadah. Dengan menyelaraskan niat mulia tersebut, diharapkan setiap keringat dan kerja keras petugas di lapangan dapat bertransformasi menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan keselamatan nyata bagi warga.
> “Mengetuk pintu langit di hari yang mulia. Bersama momentum Iduladha, Satlantas Polres Kudus menggelar doa bersama demi keselamatan dan kelancaran seluruh masyarakat,” ujar AKP Aulia saat memberikan keterangan tertulis mengenai esensi kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Kasat Lantas yang dikenal dekat dengan anggotanya ini menambahkan bahwa situasi lalu lintas selama libur panjang Iduladha membutuhkan perhatian ekstra. Doa bersama ini juga ditujukan agar para personel diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesabaran dalam mengurai potensi kepadatan di titik-titik rawan Kota Kudus.
Suasana doa bersama kian terasa menyentuh saat lantunan selawat dan untaian doa keselamatan dipanjatkan bersama-sama. Fokus utama dalam doa tersebut adalah memohon perlindungan bagi setiap pengendara yang sedang melintasi jalur pantura maupun jalur protokol di wilayah hukum Polres Kudus.
AKP Aulia menegaskan, tujuan akhir dari seluruh kerja keras kepolisian di jalan raya adalah memastikan zero accident atau nihil kecelakaan. Kehadiran polisi di tengah jalan diharapkan mampu meminimalisasi pelanggaran yang berpotensi memicu fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
“Semoga Allah SWT meridai ikhtiar kita, melimpahkan keberkahan bagi Kota Kudus, dan melindungi setiap pengendara agar selamat sampai ke rumah berkumpul bersama keluarga,” tutur perwira pertama dengan tiga balok emas di pundak tersebut dengan penuh harap.
Selain menggelar agenda internal berupa doa bersama, Satlantas Polres Kudus juga tetap menyiagakan personel di sejumlah titik strategis selama Iduladha. Penempatan berkala ini menyasar kawasan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga jalur wisata religius yang kerap dipadati peziarah dari luar daerah.
Melalui kegiatan ketuk pintu langit ini, Satlantas Polres Kudus ingin mengirimkan pesan edukatif kepada masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Pengendara diimbau untuk tidak hanya tertib aturan secara hukum, tetapi juga selalu berdoa sebelum memulai perjalanan demi keselamatan diri.
Dengan kombinasi antara pengamanan jalur yang ketat dan doa yang tulus, perayaan Iduladha di Kota Kudus diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala lalu lintas yang berarti.