Gerakan Ramah Lingkungan, SMPN 1 Kudus Bagikan Daging Kurban Pakai Besek Bambu

30 Mei 2026



KUDUS, Momen Hari Raya Idul Adha tahun ini di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membawa semangat baru yang berbeda dari biasanya. Sekolah tingkat SMP di wilayah ini menunjukkan kepedulian lingkungan dengan mengganti kantong plastik dengan bahan alami sebagai pembungkus daging kurban.

Langkah nyata ini salah satunya dilakukan oleh keluarga besar SMP Negeri 1 Kudus. Dalam merayakan hari raya tahun ini, pihak sekolah tidak hanya menjalankan ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menyisipkan edukasi penting bagi seluruh siswa.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Idul Adha berjemaah di lingkungan sekolah. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh siswa dan guru sebelum rangkaian acara penyembelihan hewan kurban dimulai.

Tidak sekadar berkurban, para siswa juga diajarkan praktik langsung tata cara berkurban. Hal ini menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa tentang nilai berbagi dan ketaatan dalam beragama di lingkungan sekolah.

Tahun ini, SMP Negeri 1 Kudus berhasil mengumpulkan hewan kurban yang cukup banyak. Tercatat ada dua ekor kerbau dan delapan ekor kambing yang disiapkan untuk disembelih oleh panitia.
Ketua Panitia Kurban SMPN 1 Kudus, Aris Triyono, mengungkapkan bahwa hewan-hewan tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebagian besar merupakan sumbangan dari para guru dan wali murid yang sangat antusias mendukung program sekolah.

Selain itu, Aris menjelaskan bahwa ada pula hewan kurban yang berasal dari hasil urunan para siswa sendiri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelatihan agar siswa memiliki kesadaran untuk berkurban sejak dini.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan berkurban bagi siswa agar nantinya mereka terbiasa untuk berbagi kepada sesama," ujar Aris Triyono saat ditemui di lokasi penyembelihan.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban pun segera dipersiapkan untuk didistribusikan. Fokus utama pembagian daging ini adalah siswa yang kurang mampu serta warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

Namun, ada pemandangan menarik dalam proses pembagian tersebut. Panitia sengaja tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk membungkus daging, melainkan beralih menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu.
Penggunaan besek ini merupakan bagian dari edukasi kepada siswa untuk turut mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup.

Tren penggunaan bahan ramah lingkungan ini rupanya mulai memasyarakat di Kabupaten Kudus. Selain besek, di beberapa tempat ibadah lain, panitia kurban juga tampak menggunakan daun jati sebagai pembungkus alternatif, menciptakan suasana Idul Adha yang lebih sehat dan alami.