Kudus – SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus menghadirkan nuansa berbeda dalam kegiatan Muwadaah ke-XIX siswa kelas XII yang digelar pada Minggu (3/5/2026). Tidak hanya sebagai ajang pelepasan, kegiatan ini juga menjadi panggung unjuk karya siswa, khususnya melalui fashion show busana dan pemutaran video hasil produksi tim QTAA Production dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).
Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Kepala SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus, Sely Hidayati, menyampaikan bahwa Muwadaah tahun ini sengaja dirancang lebih kreatif agar mampu menampilkan potensi dan hasil belajar siswa secara nyata.
“Tidak hanya seremonial, kami ingin anak-anak menunjukkan karya terbaik mereka. Salah satunya melalui fashion show dan video kreatif yang mereka produksi sendiri,” ujarnya.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah fashion show yang menampilkan hasil karya busana siswa. Dengan percaya diri, para siswa berjalan di atas panggung memperagakan busana yang dirancang dengan sentuhan kreativitas dan inovasi. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kemampuan siswa dalam bidang seni dan desain.
“Melalui fashion show ini, kami ingin menampilkan bahwa siswa memiliki kreativitas tinggi dan mampu menghasilkan karya yang layak ditampilkan di publik,” tambah Sely.
Selain itu, karya lain yang tak kalah menarik adalah pemutaran video hasil produksi QTAA Production, tim kreatif dari jurusan TJKT. Video tersebut menampilkan dokumentasi kegiatan sekolah hingga konsep sinematik yang digarap secara profesional oleh para siswa.
“Video yang ditampilkan ini murni hasil karya anak-anak TJKT, mulai dari pengambilan gambar hingga proses editing. Ini menjadi bukti bahwa mereka siap bersaing di dunia industri kreatif,” jelasnya.
Melalui karya video ini, siswa TJKT menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis di bidang jaringan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas di bidang multimedia dan produksi konten digital.
Rangkaian acara Muwadaah dimulai dengan kirab siswa sebagai simbol perpisahan, dilanjutkan dengan penampilan seni, tahlil, dan pembacaan sholawat yang menambah kekhidmatan suasana. Setelah itu, acara diisi dengan sambutan dari berbagai pihak, mulai dari perwakilan siswa, wali murid, hingga pihak sekolah dan yayasan.
Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga kreatif dan adaptif.
Sely Hidayati berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin percaya diri dalam menampilkan kemampuan mereka di hadapan publik. Ia juga menekankan bahwa pengalaman berkarya seperti ini menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga mampu menunjukkan hasil karyanya. Ini menjadi bagian dari kesiapan mereka menghadapi dunia nyata,” jelasnya.
Dengan menampilkan karya busana dan video kreatif, Muwadaah XIX SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga ajang apresiasi terhadap hasil belajar siswa selama menempuh pendidikan.