KUDUS – SMP 2 Gebog memastikan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana tahun 2026. Dengan mengerahkan tiga ruang laboratorium komputer, sekolah ini menjadi salah satu titik fokus pelaksanaan ujian yang diikuti oleh ratusan siswa kelas 9 guna mengejar poin tambahan untuk jalur prestasi PPDB mendatang.
Kepala SMP 2 Gebog, Ahadi Setiawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 287 siswanya mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran 100 persen. Untuk mendukung kelancaran teknis, pihak sekolah telah menyediakan 48 unit komputer yang dibagi ke dalam tiga ruangan.
"Pelaksanaan kami bagi menjadi dua gelombang setiap harinya, mulai dari pukul 07.00 hingga 11.30 WIB. Kami juga melakukan penambahan bandwidth internet dan antisipasi kelistrikan agar tidak ada kendala teknis saat anak-anak mengerjakan soal," ujar Ahadi, Senin (6/4/2026).
Ahadi menambahkan bahwa ujian ini berlangsung sangat ketat selama empat hari ke depan. Sistem yang digunakan menggunakan aplikasi Exambrowser dengan password login personal per siswa, serta diawasi secara silang oleh pengawas dari SMP 1 Gebog untuk menjamin integritas ujian.
Pentingnya TKA ini ditekankan sebagai bagian dari syarat pendukung bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Nilai dari tes literasi dan numerasi ini akan menjadi pendamping nilai rapor manakala siswa mendaftar melalui jalur prestasi.
"Ini menjadi bekal penting. Kami sudah membekali anak-anak dengan penguatan materi serta tiga kali latihan atau tryout yang bekerja sama dengan pihak luar seperti Ganesha Operation (GO) dan Airlangga. Alhamdulillah, semua dilaksanakan tanpa biaya tambahan bagi siswa," tambah Ahadi.
Gambaran Umum di Kabupaten Kudus
Secara umum, pelaksanaan TKA di Kabupaten Kudus diikuti oleh ribuan siswa. Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyebut ada total 7.795 murid dari 54 SMP yang ikut serta secara serentak.
“Seluruh SMP di Kabupaten Kudus ikut semua, terdiri dari 27 SMP negeri dan 27 SMP swasta,” jelas Anggun.
Senada dengan SMP 2 Gebog, Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, juga melaporkan kelancaran di sekolahnya. Dari 268 peserta, tidak ada satu pun siswa yang absen. Sumaryatun menekankan bahwa TKA sangat krusial bagi sekolah di wilayah yang jauh dari zonasi SMA.
“Di wilayah Jati tidak ada SMA, jadi kami mendorong anak-anak berprestasi lewat TKA ini agar bisa bersaing masuk SMA tujuan lewat jalur prestasi,” tuturnya.
Fokus mata pelajaran dalam TKA kali ini adalah Bahasa Indonesia dan Matematika. Qirin Alisha Alma, salah satu peserta didik, mengaku telah mempersiapkan diri dengan tambahan pelajaran dari sekolah.
“Tadi mengerjakan 30 soal Matematika selama satu jam. Meskipun ada yang sulit, tapi karena sudah ada tambahan pelajaran dan tryout sebelumnya, jadi bisa mengerjakan dengan lancar,” pungkas Qirin.
Tes yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis mendatang dengan pengawasan ketat dan sistem yang terintegrasi langsung ke pusat.