KUDUS — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Kabupaten Kudus tahun 2026 berlangsung lancar selama empat hari pelaksanaan, meski sempat diwarnai kendala teknis pada hari pertama. Dukungan posko pelaksanaan yang telah aktif sejak masa tryout menjadi salah satu faktor kunci kelancaran ujian berbasis digital tersebut.
Posko TKA Kabupaten Kudus dikomandoi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Anggun Nugroho, sebagai penanggung jawab. Dalam operasionalnya, Anggun didampingi Koordinator Teknis Edi Setyonugroho dari staf kurikulum Dikdas. Sementara pelaksana teknis di lapangan untuk jenjang SMP ditangani Djoko Susanto dari SMP 2 Kudus, serta jenjang SD oleh Taufiq Lismana Hendra dari SD 8 Cendono.
Tim posko memiliki peran penting dalam membantu proktor di sekolah ketika menghadapi kendala teknis selama pelaksanaan ujian. “Selama empat hari pelaksanaan, secara umum berjalan lancar. Kendala hanya terjadi di hari pertama, terutama terkait keterlambatan munculnya link Zoom untuk penyelia,” ujar Anggun.
Ia menjelaskan, pada hari pertama selain terjadi keterlambatan akses pengawasan melalui Zoom juga ada sejumlah sekolah yang terlambat login beberapa menit karena persoalan jaringan lokal. Namun pada hari berikutnya, sistem pusat sudah berjalan lebih stabil. Bahkan pada hari Rabu, dilakukan pembaruan sistem yang memunculkan tambahan link Zoom langsung di dalam tampilan aplikasi TKA, sehingga memudahkan pengawasan.
“Server pusat secara umum aman. Setelah ada upgrade, pengawasan jadi lebih tertata karena link Zoom langsung tersedia di sistem,” imbuhnya.
Sementara itu, pelaksanaan di tingkat sekolah juga menunjukkan kesiapan yang matang. Seperti di SMP 2 Gebog, seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 287 peserta mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran 100 persen.
Kepala SMP 2 Gebog, Ahadi Setiawan, menyampaikan bahwa sekolah telah menyiapkan tiga ruang komputer dengan total 48 unit perangkat untuk menunjang ujian. Pelaksanaan dibagi dalam beberapa gelombang setiap hari, yakni pukul 07.00, 09.15, dan 11.30 WIB.
“Pelaksanaan siap, semua siswa ikut 100 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penguatan jaringan internet dengan penambahan bandwidth hingga antisipasi gangguan listrik. Selain itu, siswa juga telah mengikuti tiga kali tryout sebagai bekal menghadapi TKA, baik yang difasilitasi oleh dinas maupun lembaga bimbingan belajar.
“Latihan sudah tiga kali, dari Dinas satu kali, kemudian dari Ganesha Operation dan Airlangga. Ini menjadi bekal bagi siswa,” jelasnya.
Materi yang diujikan dalam TKA mencakup penguatan literasi dan numerasi, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk menjaga integritas pelaksanaan, pengawasan dilakukan secara silang dengan melibatkan pengawas dari sekolah lain, serta menggunakan sistem berbasis pusat dengan login dan password masing-masing siswa.
Di tingkat kabupaten, tercatat sebanyak 7.795 siswa dari 54 SMP, baik negeri maupun swasta, mengikuti TKA tahun ini. Seluruh sekolah berpartisipasi tanpa terkecuali, terdiri dari 27 SMP negeri dan 27 SMP swasta.
Dengan dukungan posko yang siaga sejak awal serta kesiapan sekolah, pelaksanaan TKA di Kabupaten Kudus tahun ini diharapkan mampu memberikan gambaran akurat terkait kemampuan akademik siswa, sekaligus menjadi bekal penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.