Kudus, Calon Jemaah Haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan pendalaman manasik haji yang diselenggarakan oleh Panitia Pendalaman, Pemberangkatan, dan Pemulangan Haji (P4H) Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) setempat, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai simulasi menyeluruh rangkaian ibadah haji agar para jemaah memiliki gambaran nyata sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan mengenakan pakaian ihram, para peserta mengikuti setiap tahapan layaknya pelaksanaan haji sesungguhnya.
Ketua P4H JHK/IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa simulasi dimulai dari Gedung JHK yang difungsikan sebagai Arafah. Dari titik tersebut, jemaah bergerak menuju area luar gedung yang dianalogikan sebagai Muzdalifah.
Perjalanan dilanjutkan dengan praktik lempar jumrah di depan Gedung DPRD Kudus. Setelah itu, para jemaah berjalan menuju Alun-Alun Kudus yang disimbolkan sebagai Masjidil Haram.
Menurut Deka, kegiatan ini bukan lagi tahap bimbingan, seluruh calhaj sebelumnya telah mendapatkan bimbingan dari masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Fokus kegiatan ini adalah pendalaman agar jemaah semakin mantap dan siap saat menjalankan ibadah haji nanti,” ujarnya.
Tahun ini, calhaj Kudus tergabung dalam kloter 40 hingga 44 dengan total 1.210 orang termasuk petugas. Usia jemaah bervariasi, mulai dari 18 hingga 85 tahun, dengan jumlah perempuan lebih dominan.
Dari sisi kesehatan, kondisi jemaah relatif baik tanpa laporan gangguan serius. Meski demikian, sempat ada satu jemaah yang meninggal dunia sehingga keberangkatan pasangannya dibatalkan dan digantikan oleh jemaah dari Tegal.
Selain kesiapan teknis, jemaah juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi fisik. Suhu di Tanah Suci tahun ini diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius, meski sedikit lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Deka mengimbau para jemaah untuk menjaga stamina dengan menghindari aktivitas berlebihan, khususnya di luar ruangan, serta memaksimalkan persiapan sebelum keberangkatan.
“Persiapan yang matang, baik fisik maupun perlengkapan, menjadi kunci agar ibadah haji dapat berjalan lancar,” pungkasnya.