Bupati Kudus Kukuhkan 44 Guru Inti PBG, Perkuat Mutu Pendidikan Berbasis Kolaborasi

17 April 2026




KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengukuhkan Pengurus dan Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus periode 2026–2030 di Wisma Djarum, Ploso Kudus, Jumat (17/4/2026). Sebanyak 44 guru dari berbagai jenjang pendidikan dikukuhkan sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kolaborasi, inovasi pembelajaran, dan pengembangan komunitas belajar.


Dalam sambutannya, Bupati Kudus mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bakti Pendidikan Djarum Foundation atas dukungan dalam pengembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bakti Pendidikan Djarum Foundation yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus. Sinergi ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik,” ujar Bupati Kudus.


Bupati Kudus menegaskan bahwa pengukuhan Guru Inti PBG menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan nyata di dunia pendidikan.


“Kami percaya bahwa Saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, serta mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus,” tegas Bupati Kudus.


Lebih lanjut, Bupati Kudus menekankan pentingnya nilai “BerBUDAYA” sebagai landasan dalam menjalankan peran guru, yakni berbudi pekerti, adaptif, dan aktif berkarya, guna mewujudkan pendidikan Kudus yang Sejahtera, Harmoni, dan Taqwa.


“Guru harus menjadi teladan, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta aktif menciptakan inovasi pembelajaran. Dengan begitu, pendidikan di Kudus dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang,” imbuhnya.


Sementara itu, Ketua PBG Kudus periode 2026–2030, Achmasepti Kumala dari SMP 1 Undaan, menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran guru sebagai penggerak perubahan.


“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah awal bagi Guru Inti untuk menjadi katalisator perubahan di satuan pendidikan masing-masing. PBG menjadi wadah pengembangan profesional berkelanjutan melalui belajar bersama, berbagi praktik baik, dan peningkatan kompetensi,” ujarnya.


Menurutnya, PBG diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi para guru untuk saling berkolaborasi dan menguatkan.


“Kami ingin PBG menjadi ruang tumbuh, di mana guru dapat berkolaborasi, saling menguatkan, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.


Melalui pengukuhan ini, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kudus.