Ribuan Masyarakat Memadati Kirab Bulusan, 10 Gunungan Kirab Bulusan Jadi Simboll kebersamaan dan kerukunan.

29 Maret 2026


Kudus, Tradisi Bulusan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus kembali digelar pada tahun 2026. Pada kesempatan ini, Bulusan hadir lebih berbeda dengan mengutamakan kebersamaan seluruh masyarakat dan keberkahan dari leluhur. 

Ribuan masyarakat hadir untuk menyaksikan kemeriahan tradisi lebaran ketupat atau kupatan yang sudah digelar turun-temurun itu pada Sabtu (28/3/2026). 

Ketua Panitia Tradisi Bulusan, Nor Kholis mengatakan, pada kirab tahun ini pihaknya tidak menarik tiket masuk. Panitia memberikan keleluasaan bagi masyarakat yang ingin menonton Bulusan secara gratis.

”Peniadaan tiket ini karena kami ingin memperkuat lagi kebersamaan dan keterlibatan masyarakat. Tidak memikirkan kegiatan ini sebagai sebuah bisnis, tapi kami ingin ngalap berkah bersama-sama,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Selain itu, kebersamaan dan kerukunan juga disimbolkan melalui kirab gunungan. Sepuluh gunungan dari sembilan RT ditambah satu gunungan khusus berupa ketupat dikirab secara meriah.

Gunungan-gunungan yang dibuat dari berbagai macam hasil bumi dibawa menuju ke Makam Mbah Kiai Dudo. Sesampai di sana, gunungan dikumpulkan kemudian dilakukan prosesi penyerahan kupat kepada juru kunci.

Kupat tersebut dipersembahkan untuk makanan bulus yang dipercaya masyarakat setempat adalah titisan dari murid Sunan Muria.

Setelah itu, masyarakat berkumpul guna mengikuti doa bersama dan berebut gunungan. Belum sepenuhnya doa selesai dipanjatkan, masyarakat sudah berebut gunungan yang diyakini penuh dengan keberkahan.

”Masyarakat yang hadir tidak dari sini saja, tapi dari luar juga ada. Mereka ke sini karena ingin ikut meramaikan dan mencari keberkahan,” sebutnya.

Rangkaian Tradisi Bulusan 2026 dimulai dari kenduren massal pada Jumat (27/3/2026). Dilanjutkan pada Sabtu (28/3/2026) dengan acara kirab gunungan, pentas seni, dan pertunjukan wayang.

Tradisi bulusan sendiri sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap sepekan  pascalebaran. Masyarakat begitu antusias menyemarakkan acara demi acara yang digelar. 

Kholis berharap, acara ini dapat terlestarikan dengan baik sehingga mampu memberikan pelajaran dan pengingat kepada generasi mendatang. Melalui tradisi bulusan, masyarakat dapat menjadi lebih guyub rukun dan senantiasa diberikan keberkahan.