KUDUS, Suasana haru dan khidmat menyelimuti GOR Djarum Jati, Kudus, Rabu pagi (25/3), saat jenazah bos Djarum, Michael Bambang Hartono, resmi dilepas menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Rembang.
Ratusan pelayat dari berbagai kalangan memadati lokasi sejak pagi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sederhana meski memiliki pengaruh besar di dunia usaha nasional.
Prosesi pelepasan dimulai tepat pukul 09.00 WIB, diawali dengan ibadah misa yang berlangsung khusyuk.
Tangis haru dan doa mengiringi setiap tahapan prosesi, mencerminkan kedekatan emosional antara almarhum dengan para pelayat.
Salah satu kerabat dekat, Haryanto Halim, mengenang almarhum sebagai pribadi yang sangat sederhana dan dermawan.
Ia menyebut, di balik kesuksesan besar yang diraih, Bambang Hartono tetap tampil rendah hati dan jauh dari kesan berlebihan.
“Beliau orangnya sangat sederhana dan dermawan. Banyak membantu, termasuk memberikan donasi besar untuk pembangunan sekolah. Tapi tetap hidupnya sederhana,” ungkapnya.
Menurut Haryanto, almarhum juga dikenal memiliki kepribadian yang santai, pragmatis, serta tajam dalam berpikir.
Bahkan dalam pergaulan sehari-hari, ia tidak menunjukkan jarak dengan orang lain, termasuk kepada kerabat maupun relasi kerja.
Kesederhanaan tersebut juga tercermin dalam kehidupan keluarganya yang tidak menonjolkan kemewahan.
Sosok Bambang Hartono dinilai sebagai figur yang mampu menyeimbangkan kesuksesan bisnis dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.
Ia menilai Bambang Hartono sebagai tokoh yang berjasa besar bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja serta kegiatan filantropi.
“Mendiang merupakan sosok yang berjasa besar bagi bangsa. Kontribusinya nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Momen paling emosional terjadi saat peti jenazah mulai dipindahkan menuju mobil jenazah.
Para pelayat berdiri berjajar di sepanjang jalur yang dilalui, memberikan penghormatan terakhir dengan kepala tertunduk.
Setelah prosesi pelepasan selesai, rombongan keluarga bersama pengawalan kepolisian bertolak menuju Desa Godo, Kabupaten Rembang, untuk proses pemakaman.(tur).